TribunJateng/

Manulife Indonesia Luncurkan Asuransi Penyakit Kritis Murni

Perusahaan asuransi jiwa semakin agresif meningkatkan bisnisnya dengan mengeluarkan produk perlindungan

Manulife Indonesia Luncurkan Asuransi Penyakit Kritis Murni
TRIBUN JATENG/M ZAENAL ARIFIN
(dari kiri-kanan) Agency Director Wilayah Jogja-Solo-Semarang, Gan Fu Tjen, Direktur dan Chief of Employee Benefits Manulife, Karjadi Pranoto, dan Head of EB Agency & Direct Sales EB Business Division Manulife, Tjondrolukito, menyampaikan paparan kinerja kuartal I-2017 di Hotel Grandhika Semarang, Rabu (9/8/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perusahaan asuransi jiwa semakin agresif meningkatkan bisnisnya dengan mengeluarkan produk perlindungan.

Baru saja, Manulife Indonesia meluncurkan produk asuransi yaitu MiUltimate Critical Care, Jumat (11/8/2017).

Produk ini merupakan asuransi penyakit kritis murni pertama Manulife, yang melindungi nasabah dari konsekuensi finansial yang muncul akibat penyakit-penyakit kritis.

"MiUltimate Critical Care menyediakan pembayaran manfaat secara sekaligus jika nasabah didiagnosis menderita salah satu dari 50 penyakit kritis yang telah ditetapkan, seperti stroke, kanker, gagal ginjal, dan lain sebagainya," kata Direktur dan Chief Marketing Officer Manulife Indonesia, Novita Rumngangun.

Baca: Bahas Pertanian, UNS Solo Gelar Konferensi Internasional di Paragon Hotel

Ia mengatakan, menurut survei terkini Manulife Investor Sentiment Index (MISI), mempersiapkan biaya kesehatan merupakan salah satu dari tiga prioritas keuangan utama di Indonesia.

Manulife mendengarkan dan menanggapi kebutuhan tersebut melalui asuransi kesehatan yang dapat memenuhi kebutuhan nasabah, sekaligus memberikan imbalan berupa pengembalian premi kepada nasabah yang bisa menjaga kesehatan mereka.

"Dengan kemajuan ilmu medis, mereka yang didiagnosis menderita kondisi kritis dapat bertahan hidup lebih lama, tetapi biaya pengobatan terus melambung. Kami ingin membantu nasabah kami mempersiapkan diri, sehingga jika mereka memerlukan perawatan penyakit kritis, maka biaya pengobatan tidak harus menguras tabungan pensiun atau harta-benda mereka," paparnya.

Dijelaskan, MiUltimate Critical Care dirancang untuk memberi jaring pengaman sekaligus ketenangan pikiran kepada nasabah.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help