TribunJateng/
Home »

Bisnis

» Mikro

Menteri Sri Mulyani Curhat Belajar Menyetrika Saat di Sekolah

Sri Mulyani pun curhat mengenai mata pelajaran yang disukainya saat masih duduk di bangku sekolah

Menteri Sri Mulyani Curhat Belajar Menyetrika Saat di Sekolah
Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Suasana video conference 'Pajak Bertutur' di SMAN 3 Semarang, Jumat (11/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sedikitnya 6.118 siswa di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I, mengikuti kegiatan 'Pajak Bertutur' yang serentak diselenggarakan pada hari Jumat (11/8/2017) ini.

Selain kegiatan mengajar yang dilaksanakan di 113 sekolah dan 10 perguruan tinggi tersebut, juga dilaksanakan video conference bersama Menteri Keuangan, Sri Mulyani, di SMAN 3 Semarang dan SMPN 1 Semarang.

Setiap siswa pun bebas mengajukan pertanyaan kepada Menteri Keuangan, melalui komunikasi jarak jauh di ruangan Multimedia di sekolah.

Sri Mulyani pun terkagum dengan perkembangan teknologi saat ini yang memudahkan dalam berinteraksi dan tak terbatas jarak.

"Zaman saya dulu nggak ada ruangan multimedia, yang ada dulu cuma multivitamin," selorohnya kepada para siswa SMAN 3 Semarang, Jumat (11/8/2017).

Sri Mulyani pun curhat mengenai mata pelajaran yang disukainya saat masih duduk di bangku sekolah.

"Dulu ibu suka mata pelajaran matematika dan bahasa Inggris. Dulu juga masih ada keterampilan tangan menyetrika baju, nggak tahu sekarang masih ada nggak ya pelajaran menyetrika baju," ujarnya.

DJP mencanangkan program Gerakan Sadar Pajak melalui kegiatan Pajak Bertutur yang menyasar generasi muda.

Kegiatan itu dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia melibatkan 120 ribu sisw, untuk menanamkan tentang peran dan manfaat pajak.

Sri Mulyani juga menceritakan, untuk mengumpulkan pajak itu bukanlah pekerjaan yang mudah.

Pekerjaan mengumpulkan pajak, kata dia, menjalankan tugas yang tidak populer sehingga melewati beberapa kendala.

"Sekarang siapa sih yang mau pendapatannya diambil. Terkadang ada orang yang tidak ikhlas membayar pajak, tidak semua orang senang membayar pajak," ujarnya. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help