TribunJateng/

Berangkat Haji, Para Petani di Cilacap Tetap Bawa Caping, Untuk Apa?

Atribut yang biasa dipakai petani ke sawah itu sengaja dibagikan khusus kepada para calhaj untuk dikenakan di tanah arab.

Berangkat Haji, Para Petani di Cilacap Tetap Bawa Caping, Untuk Apa?
ISTIMEWA
Jamaah KBIH Al Munawaroh kenakan caping saat berangkat haji 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP- Ada yang beda dari pemberangkatan puluhan calon haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) AL Munawaroh Cilacap, beberapa hari lalu.

Seluruh anggota yang terdiri dari 45 orang itu memakai tudung bundar atau caping berwarna hijau.

Atribut yang biasa dipakai petani ke sawah itu sengaja dibagikan khusus kepada para calhaj untuk dikenakan di tanah arab.

Jangan salah, mereka bukan hendak bercocok tanam di tanah suci.

Baca: Apa Jadinya Wali Kota Solo jadi Guru SD Dadakan? Begini Keseruannya

Jika di rumah mereka memakainya saat ke sawah, di Arab mereka mengenakannya untuk berlindung dari terik matahari.

Sekretaris KBIH Al Munawaroh, KH Mahdum Husnan Alhafidz mengatakan, tanah suci saat ini sedang dilanda cuaca ekstrem dengan suhu sangat panas.

Pemakaian tudung ini tak ubahnya payung untuk melindungi jamaah dari sengatan terik matahari.

Mereka pun tidak akan mengenakannya pada saat tahapan rukun haji yang tidak boleh mengenakan penutup kepala.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help