TribunJateng/

BPBD Banjarnegara Mulai Jadwalkan Dropping Air Bersih ke Desa-desa Rawan Kekeringan

Kepala BPBD Banjarnegara Arif Rachman mengatakan, pekan ini pihaknya mulai mendistribusikan air bersih ke desa rawan

BPBD Banjarnegara Mulai Jadwalkan Dropping Air Bersih ke Desa-desa Rawan Kekeringan
Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Warga dusun Bulukuning desa Kaliajir, Purwanegara harus menempuh jarak jauh pada medan perbukitan untuk mendapatkan sumber air. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara mulai menjadwalkan pengiriman (dropping) bantuan air bersih ke desa-desa rawan kekeringan.

Kepala BPBD Banjarnegara Arif Rachman mengatakan, pekan ini pihaknya mulai mendistribusikan air bersih ke desa rawan.

Prioritas pengiriman pertama adalah desa-desa yang telah mengajukan permi taan resmi bantuan air bersih ke BPBD.

Sejumlah desa yang telah mengajukan permohonan dan mendesak dikirim bantuan air bersih antara lain, desa Kaliajir kecamatan Purwanegara, desa Kaliwungu dan desa Jalatunda kecamatan Mandiraja, serta desa Karangjati kecamatan Susukan.

Tiga kecamatan tersebut memiliki pesebaran desa rawan paling tinggi saat musim kemarau tiba.

"Total desa rawan kekurangan air bersih berjumlah 52 desa, tapi untuk dropping kali ini kami prioritaskan yang meminta dulu,"katanya

BPBD telah mengajukan bantuan air bersih sebanyak 600 tangki, berkapasitas 5.000 liter pertangki, ke BPBD Provinsi Jateng untuk memenuhi kebutuhan dropping air bersih ke warga

BPBD menyiapkan enam mobil tangki, termasuk di antaranya tiga mobil tangki milik PDAM untuk membantu mendistribusikan air bersih ke wilayah rawan.

Data wilayah rawan kekeringan tahun ini tidak jauh berbeda dengan data pada musim kemarau tahun 2015 silam, yakni sebanyal 52 desa yang tersebar di berbagai kecamatan.

Ada beberapa desa rawan yang kini terbebas dari kekeringan karena berhasil ditanggulangi dengan teknologi sumur bor, atau melalui pipanisasi searah gravitasi.

"Dropping air adalah solusi sementara. Kami juga lakukan penanganan permanen untuk atasi kekeringan melalui pengeboran dan pipanisasi dari sumber mata air terdekat," katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help