TribunJateng/
Home »

Bisnis

» Mikro

Dukung Pemulihan Ekonomi Korban Bencana, BNPB Kenalkan Produk Unggulan di Jateng Fair 2017

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi satu-satunya instansi setingkat kementerian yang turut serta dalam Jateng Fair 2017

Dukung Pemulihan Ekonomi Korban Bencana, BNPB Kenalkan Produk Unggulan di Jateng Fair 2017
Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengikuti pameran selama lima hari dalam Jateng Fair 2017. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi satu-satunya instansi setingkat kementerian yang turut serta dalam Jateng Fair 2017.

Menariknya, BNPB menampilkan sejumlah produk hasil dari masyarakat yang pernah menjadi korban bencana alam.

Kepala Sub Direktorat Pemulihan dan Peningkatan Sosial BNPB, Hutomo menjelaskan, keikutsertaannya dalam Jateng Fair 2017 tersebut untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat pasca bencana alam.

"Tidak hanya membantu saat bencana, BNPB juga ikut berperan dalam mendampingi korban untuk pemulihan perekonomiannya," jelas dia, Sabtu (12/8/2017).

Setiap lokasi bencana, kata dia, memiliki bermacam-macam potensi unggulan untuk membantu memulihkan perekonomian mereka.

Pihaknya memberikan pendampingan, mulai dari nol, kemudian membantu menemukan produk unggulannya hingga membantu pemasarannya.

"Pameran ini, bagian dari cara kami untuk memasarkan produk-produk korban bencana alam. Selama lima hari, kami membuka stan di Jateng Fair dan mempersilakan semua masyarakat bisa melihat produk disini," jelasnya.

Sejumlah produk yang ditampilkan di antaranya tenun lurik yang merupakan hasil dari kelompok Mekarsari.

Kelompok Mekarsari merupakan kumpulan masyarakat Desa Grogol, Kecamatan Weru, Sukoharjo yang menjadi korban gempa bumi 2006 silam.

Kemudian batik khas Jawa Timur yang merupakan produksi dari masyarakat di Malang yang menjadi korban dari letusan Gunung Kelud.

Selain itu Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang mengenalkan tenun khas Bima yang beberapa waktu lalu tertimpa bencana banjir bandang.

"Kami membawa beragam produk dari seluruh Indonesia, meskipun tidak semuanya bisa kami bawa," ujarnya.

Hasil keuntungan dari penjualan produk-produk tersebut tentunya akan ikut membantu pemulihan ekonomi masyarakat di sana.

Sedikitnya selama tiga tahun pasca terjadinya bencana, BNPB melakukan pendampingan dengan mengkaji kebutuhan masyarakat lokal untuk bangkit.

"Selama ikut serta dalam pameran ini, kami tidak menargetkan kuantitas. Yang penting produk ini bisa dikenal, dan diterima masyarakat," ujar dia. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help