TribunJateng/

Empat Perusahaan Travel Haji dan Umroh Terindikasi Melakukan Penipuan, Izin Mereka Siap Dicabut

Kementerian Agama mengidentifikasi empat perusahaan travel yang diduga melakukan penipuan seperti yang dilakukan First Travel.

Empat Perusahaan Travel Haji dan Umroh Terindikasi Melakukan Penipuan, Izin Mereka Siap Dicabut
Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Jemaah calon haji asal Kabupaten Tegal mendengarkan pengarahan dari pejabat pemkab dan kantor Kemenag Kabupaten Tegal. (ILUSTRASI) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Agama Matsuki mengatakan, saat ini, pihaknya telah mengidentifikasi empat perusahaan travel yang diduga melakukan penipuan seperti yang terjadi pada PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel.

"Ada kurang lebih empat, tapi saya mohon maaf tidak menyebutkan sebelum nanti SK berlaku," ujar Matsuki saat ditemui di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8/2017).

Menurut Matsuki, Kemenag telah melakukan pemeriksaan dan mengkaji empat perusahaan travel tersebut. Matsuki memastikan, izin keempat perusahaan travel tersebut akan dicabut apabila terbukti melakukan penipuan.

"Terhadap empat travel itu, jika memenuhi syarat-syarat yang kami terapkan, hal yang sama akan dilakukan, tidak akan didiskriminasi," kata Matsuki.

(Baca: Calon Jemaah Tuntut Pengembalian Dana Umrah dari First Travel)

Sementara itu, menurut Matsuki, dari empat perusahaan, ada dua yang sudah terindikasi kuat melakukan penipuan. Menurut dia, Kemenang segera menerbitkan surat keputusan pencabutan izin untuk dua perusahaan tersebut.

"Sudah disiapkan SK nya, sudah kami review, ada dua di antaranya sudah memenuhi syarat untuk dicabut. Saya tidak akan sampaikan nama, setelah SK dikeluarkan baru kami sampaikan," kata Matsuki.

Dalam kasus ini, First Travel menawarkan harga pemberangkatan umrah yang lebih murah dari agen travel lainnya. Pembeli tergiur dan memesan paket umrah.

(Baca: Bos First Travel yang Ditangkap Pernah Jadi Pegawai Minimarket, Disangka Tipu 35 Ribu Jemaah Umrah)

Namun, hingga batas waktu yang dijanjikan, calon jemaah tak kunjung berangkat. Perusahaan itu kemudian dianggap menipu calon jemaah yang ingin melaksanakan umrah.

Kepolisian telah menahan Direktur Utama First Travel Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Desvitasari, yang juga direktur di perusahaan tersebut. (Kompas.com)

Berita ini sudah tayang di Kompas.com, Sabtu (12/8/2017), dengan judul: Empat Agen Travel Terindikasi Penipuan, Dua Memenuhi Syarat Pencabutan Izin

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help