TribunJateng/

Bidik UKM, Bank Danamon Jateng-DIY Tingkatkan Penyaluran Kredit

Pertumbuhan penyaluran kredit Bank Danamon Jateng-DIY belum signifikan pada semester I 2017. Bahkan penyaluran kredit terbilang menurun jika dibanding

Bidik UKM, Bank Danamon Jateng-DIY Tingkatkan Penyaluran Kredit
tribunjateng/m zainal arifin
KINERJA - Regional Consumer Head Sales and Distribution Bank Danamon Jateng-DIY, Maria Handayani, berbincang dengan Enterprise Banking Team Head Danamon Jateng-DIY, Alex Candra, saat menyampaikan paparan kinerja semester I 2017. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pertumbuhan penyaluran kredit Bank Danamon Jateng-DIY belum signifikan pada semester I 2017. Bahkan penyaluran kredit terbilang menurun jika dibandingkan periode yang sama 2016 lalu.

Dari data kinerja semester I 2017, penyaluran kredit Danamon di Jateng-DIY tercatat sebesar Rp 6,19 triliun. Jumlah tersebut lebih kecil dibandingkan penyaluran pada semester I 2016 yang mencapai Rp 6,96 triliun.

"Kredit kami turun 10,93 persen. Karena itu, kami mulai agresif menyalurkan kredit pada semester II 2017 ini," kata Regional Consumer Head Sales and Distribution Bank Danamon Jateng-DIY, Maria Handayani, Sabtu (12/8/2017) kemarin.

Jika dibandingkan kuartal I lalu, angka penyaluran kredit juga turun 2,34 persen. Penurunan ini berpengaruh signifikan terhadap bisnis bank dalam hal perolehan laba.

Untuk meningkatkan penyaluran kredit, Bank Danamon akan fokus menggarap segmen UKM. Ditargetkan, Bank Danamon Jateng-DIY mampu menambah penyaluran kredit hingga Desember 2017 sebesar Rp 1 triliun.

"Segmen konsumer dan small medium (SME) memang segmen kredit kami. Hanya saja, pada semester II ini kami akan fokus ke SME yaitu UKM," ucapnya.

Enterprise Banking Team Head Danamon Jateng-DIY, Alex Candra menambahkan, untuk penetrasi kredit di semester II ini pihaknya akan memperbanyak jumlah penerima. Meski demikian, pihaknya tetap menjaga kualitas non-performance loan (NPL) atau kredit bermasalah.

"Secara nasional NPL di angka 3,2 persen. Masih dalam batas aman. Meski kami agresif, tapi akan lebih selektif pada penerima baru kredit," tambah Alex.

Meski demikian, secara nasional kredit pada segmen UKM tumbuh 9 persen menjadi Rp 26,7 triliun. Sedangkan portofolio enterprise yang terdiri dari perbankan korporasi, komersial dan institusi keuangan, tumbuh 6 persen menjadi Rp 37,1 triliun.

"Sedangkan kredit kepada segmen mikro melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) turun 32 persen menjadi Rp 8,5 triliun karena kompetisi dan permintaan yang menurun," paparnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help