TribunJateng/

BURUAN, Beli Properti Sekarang karena September Harga Rumah Diprediksi Meningkat

Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah mengatakan, bulan ini saat yang tepat membeli properti. Bulan depan, dimungkinkan harga mulai naik.

BURUAN, Beli Properti Sekarang karena September Harga Rumah Diprediksi Meningkat
Tribun Jateng/dok
REI Expo di Java Mal Semarang, Rabu (7/9/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah menilai, transaksi properti pada bulan Agustus merupakan momentum yang tepat.

Hal itu karena dalam setahun, sejumlah pengembang menaikkan harga properti sedikitnya tiga tahap.

Wakil Ketua Bidang Pembiayaan dan Perbankan REI Jawa Tengah, Wibowo Tedjo Sukmono mengatakan, dalam setahun ini, pengembang sudah menaikkan harga properti pada bulan Maret dan Juni.

Rencananya, bulan September mendatang, harga properti naik lagi sehingga bulan ini dinilai tepat melakukan bertransaksi.

"Setahun, kenaikannya bisa sampai 20 persen, tapi tidak sekaligus melainkan bertahap. Sekali (harga) naik biasanya 5 persen," jelasnya, disela-sela Property Expo VI, di Java Mal Semarang, Minggu (13/8/2017).

(Baca: Menurut REI Jateng, Penjualan Rumah Kelas Menengah ke Atas Meningkat)

Dia menjelaskan, kenaikan harga properti menjadi hal yang wajib untuk meningkatkan nilai investasi properti yang sudah dibeli warga.

"Kalau nilai investasinya tidak naik, siapa yang mau bertransaksi membeli properti. Pasti orang nggak mau beli," jelas dia.

Dia menambahkan, kredit pemilikan rumah (KPR) masih mendominasi penjualan properti sebesar 75 persen. Sisanya, memilih membeli lewat cara tunai keras dan bertahap.

"Meski begitu, memang masih ditemukan konsumen yang gagal kredit. Tapi, kecil jumlahnya, sekitar lima persen," jelas dia.

(Baca: BPJS Kucurkan Pinjaman Kredit Perumahan, REI Jateng Minta Pengembang Bidik Pekerja)

Mayoritas konsumen yang gagal kredit, kata dia, tak lolos BI checking. Ini disebabkan karena yang bersangkutan masih memiliki tunggakan kredit yang belum terbayarkan.

"Tapi, ada yang BI checking-nya tidak lolos namun masih bisa mengajukan KPR asal menambah uang muka. Jadi, pinjaman kreditnya tidak terlalu besar," ujarnya. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help