TribunJateng/

HUT Kemerdekaan RI

Emak-emak Tertawa Sambil Mencoreng-moreng Wajah Suami yang Pasrah Merem-merem

Puluhan bapak-bapak tampak pasrah ketika wajahnya digores dengan arang, lipstik, hingga bedak oleh para istri. Hasilnya coreng moreng lucu

Emak-emak Tertawa Sambil Mencoreng-moreng Wajah Suami yang Pasrah Merem-merem
tribunjateng/rival almanaf
LOMBA merias wajah suami yang digelar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Indahsari, di Desa Karangsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Minggu (13/8/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Puluhan bapak-bapak tampak pasrah ketika wajahnya dirias dibikin coreng moreng pakai arang, lipstik, serta bedak oleh istrinya. Sementara anak-anak bersorak sambil tertawa melihat ulah orangtua mereka yang lucu.

Suasana tersebut terjadi pada perlombaan merias wajah suami yang digelar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Indagsari, Desa Karangsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Minggu (13/8/2017).

LOMBA merias wajah suami yang digelar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Indahsari, di Desa Karangsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Minggu (13/8/2017).
LOMBA merias wajah suami yang digelar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Indahsari, di Desa Karangsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Minggu (13/8/2017). (tribunjateng/rival almanaf)

Diikuti oleh puluhan wali murid PAUD, para istri berkreasi sembari melihat gambar pahlawan nasional yang awalnya digunakan sebagai contoh riasan. Sayangnya, mereka justru tampak seperti meluapkan kebahagiaan dengan mencorat-coret wajah lelakinya.

"Ya kaya gini udah kaya orang perang ini loreng-loreng, merahnya darah," celetuk salah satu peserta. Sigit Sugiarto, salah satu suami menjelaskan dirinya pasrah dan rela saat istrinya berkreasi di wajahnya.

"Demi memriahkan HUT Kemerdekaan RI biar tambah meriah ya rela saja, setahun sekali," beber pria 39 tahun tersebut.

Terpisah, Kepala PAUD Indahsari, Kusfitria Martyasih menambahkan perlombaan ini dipilih karena mencerminkan tema menjaga kesatuan dan persatuan NKRI.

"Saat ini yang utama untuk bisa menjaga NKRI sebenarnya bisa dimulai dari keluarga, makanya kami pilih perlombaan yang menyatukan suami dan istri. Setelah dirias bapak-bapak juga harus menggendong istrinya hingga garis finis, itu juga ada filosofinya sendiri," papar wanita yang karib disapa Bunda Pipiet tersebut.

LOMBA merias wajah suami yang digelar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Indahsari, di Desa Karangsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Minggu (13/8/2017).
LOMBA merias wajah suami yang digelar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Indahsari, di Desa Karangsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Minggu (13/8/2017). (tribunjateng/rival almanaf)

Menurutnya, setelah dirias layaknya pejuang, para suami juga harus menggendong beban layaknya dalam sebuah peperangan.

"Saat ini beban itu bukan hanya berperang, menjaga keutuhan keluarga itu juga sebuah perjuangan yang dampaknya akan sangat berpengaruh dengan tumbuh kembang anak," pungkas Bunda Pipiet. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help