TribunJateng/

Guru-guru PAUD Semarang Ikuti Workshop Olahraga dan Permainan Tradisional di Unnes

Bertempat di Labschool Unnes, Jl. Menoreh Tengah X No.4, Sampangan, Semarang. Guru-guru PAUD se-Kota Semarang mengikuti workshop olahraga dan permaina

Guru-guru PAUD Semarang Ikuti Workshop Olahraga dan Permainan Tradisional di Unnes
tribunjateng/desta leili kartika
Bertempat di Labschool Unnes, Jl. Menoreh Tengah X No.4, Sampangan, Semarang. Guru-guru PAUD se-Kota Semarang mengikuti workshop olahraga dan permainan tradisional, Sabtu, (12/08/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Desta Leila Kartika

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bertempat di Labschool Unnes, Jl. Menoreh Tengah X No.4, Sampangan, Semarang. Guru-guru PAUD se-Kota Semarang mengikuti workshop olahraga dan permainan tradisional, Sabtu, (12/08/2017).

Kegiatan ini diikuti oleh 40 guru PAUD Kota Semarang, mewakili 16 kecamatan yang ada di Kota Semarang.

Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama antara Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unnes dengan Komunitas Olahraga Tradisional Indonesia (KOTI) dan Labschool Unnes sebagai sekolah mitra.

Menurut Khairul Umam, Sekjen KOTI pusat, yang melatarbelakangi dibentuknya KOTI adalah karena kegelisahan mulai punahnya olahraga dan permainan tradisional, ruang bermain anak-anak sempit, serta banyak anak kekurangan gerak. Sehingga dia ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali membangkitkan gairah permainan tradisional ini.

Bertempat di Labschool Unnes, Jl. Menoreh Tengah X No.4, Sampangan, Semarang. Guru-guru PAUD se-Kota Semarang mengikuti workshop olahraga dan permainan tradisional, Sabtu, (12/08/2017).
Bertempat di Labschool Unnes, Jl. Menoreh Tengah X No.4, Sampangan, Semarang. Guru-guru PAUD se-Kota Semarang mengikuti workshop olahraga dan permainan tradisional, Sabtu, (12/08/2017). (tribunjateng/desta leili kartika)

“Ada 3 hal untuk bisa mencapai tujuan tersebut, antara lain (1) penggalian, yaitu menggali dan mendata permainan tradisional yang ada di Indonesia ini berapa banyak, lalu kita rekonstruksi. (2) Pembakuan, yaitu permainan tradisional mana yang bisa dijadikan olahraga yang bisa mendunia dan permainan tradisional mana yang bisa dijadikan media pembelajaran di sekolah. (3) Pelestarian, yaitu sosialisasi, workshop, mengadakan lomba-lomba, serta pameran di car free day ataupun di sekolah-sekolah.” jelasnya.

Menurut Masirotul Khairiyah, satu diantara peserta workshop dari TK Pertiwi 40 Kecamatan Tugu, dirinya merasa bersemangat mengikuti kegiatan ini, karena pembawa materinya interaktif serta materinya juga implementatif, langsung contoh dan penerapan.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Saya akan mempraktikkan olahraga dan permainan tradisional ini di TK saya.” imbuhnya.

Dalam kegiatan workshop kali ini, peserta diberikan materi tentang kebijakan dan ruang lingkup olahraga permainan tradisional serta praktik permainan tradisional untuk pembelajaran penumbuh kembangan karakter anak. Setelah itu, peserta dibagi kedalam 10 kelompok.

Masing-masing kelompok harus mempresentasikan satu jenis permainan tradisional yang bisa dimainkan oleh murid-murid PAUD. Kegiatan diakhiri dengan simulasi beberapa olahraga tradisional yang sudah dibakukan antara lain egrang, gobak sodor/hadang dan bakiak. (*)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help