TribunJateng/

HARU, Sudah 17 Tahun Lumpuh Ustaz Sugiarto Terus Mulang Ngaji Sambil Berbaring

HARU, Sudah 17 Tahun Lumpuh Ustaz Sugiarto Terus Mulang Ngaji Sambil Berbaring di kamar tidurnya di Ajibarang Banyumas. Tanpa imbalan.

HARU, Sudah 17 Tahun Lumpuh Ustaz Sugiarto Terus Mulang Ngaji Sambil Berbaring
tribunjateng/khoirul muzaki
HARU, Sudah 17 Tahun Lumpuh Ustaz Sugiarto Terus Mulang Ngaji Sambil Berbaring. Dia tidak memungut biaya. Anak-anak mau belajar mengaji saja sudah membuatnya senang. Ustaz sugi mau berobat tapi belum punya BPJS. Dia mulang ngaji di desa Karangbawang, Ajibarang Banyumas, Jateng, Sabtu (12/8). (tribunjateng/khoirul muzaki) 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Dua puluhan anak duduk berdesakan di sisi kanan kiri ranjang. Masing-masing anak menyangga kitab Alquran dan Iqra'.

Kemudian satu persatu membaca Alquran dengan tartil. Seorang pria terbaring di dipan juga menyimak sambil pegang Alquran. Dialah Ustaz Sugiarto yang sudah 17 tahun mengajar mengaji atau mulang ngaji sambil berbaring karena kondisi tubuhnya.

Dengan segala keterbatasannya, seorang ustaz asal Banyumas itu tetap mengajar sambil posisi berbaring di tempat tidur. Hari-hari suara lantunan Alquran terdengar dari kamar berukuran 3x 4 meter di rumah Sugiarto (38), di desa Karangbawang, Ajibarang Banyumas, Sabtu (12/8).

Sugiarto berbaring di atas kasur kapas usang. Ia tegakkan sebuah kitab Alquran di atas dadanya sebagai sandaran.

HARU, Sudah 17 Tahun Lumpuh Ustaz Sugiarto Terus Mulang Ngaji Sambil Berbaring. Dia tidak memungut biaya. Anak-anak mau belajar mengaji saja sudah membuatnya senang. Ustaz sugi mau berobat tapi belum punya BPJS. Dia mulang ngaji di desa Karangbawang, Ajibarang Banyumas, Jateng, Sabtu (12/8).
HARU, Sudah 17 Tahun Lumpuh Ustaz Sugiarto Terus Mulang Ngaji Sambil Berbaring. Dia tidak memungut biaya. Anak-anak mau belajar mengaji saja sudah membuatnya senang. Ustaz sugi mau berobat tapi belum punya BPJS. Dia mulang ngaji di desa Karangbawang, Ajibarang Banyumas, Jateng, Sabtu (12/8). (tribunjateng/khoirul muzaki)

Ustad Sugi, demikian ia akrab dipanggil, menyimak satu persatu muridnya yang membaca Alquran secara bergantian.

Sebagian murid sudah fasih membaca ayat Quran. Ada yang masih terbata-bata membaca. Ustaz Sugi langsung membetulkan bacaan santrinya setiap terjadi kesalahan dalam membaca ayat.

Sugi juga tak segan menuntun anak belia yang masih belajar mengeja huruf Alquran.

Di luar, puluhan ibu duduk di pelataran rumah tetangga menunggui anak-anak mereka selesai belajar.

Sudah 17 tahun berlalu, sejak Sugi divonis lumpuh total pada tahun 2000 silam.

Selama itu, Sugi istikamah atau kontinyu dalam mengajar murid-muridnya, meski dengan cara berbaring karena lumpuh.

Halaman
1234
Penulis: khoirul muzaki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help