TribunJateng/
Home »

Bisnis

» Makro

Jika Perang Antara Amerika dan Korea Utara Terjadi, Ini Dampak yang Dirasakan Indonesia

Ancaman perang antara Korea Utara dan Amerika Serikat bakal mempengaruhi ekonomi Indonesia. Untung atau rugi? Tergantung siapa yang dominan di perang.

Jika Perang Antara Amerika dan Korea Utara Terjadi, Ini Dampak yang Dirasakan Indonesia
KCNA/Reuters/Independent via Kompas.com
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tengah memeriksa sebuah rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-12. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Ekonomi dunia di ambang ketidakpastian baru sejak memanasnya hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut).

Beberapa waktu lalu, Presiden Korut Kim Jong Un mengancam akan menyerang Pulau Guam di Pasifik yang menjadi pangkalan militer AS dengan rudal balistik. Sementara, Presiden AS Donald Trump menegaskan, AS akan mengerahkan kekuaran militer bila serangan itu terjadi.

Ekonom SKHA Institute for Global Competitiveness Eric Sugandi mengatakan, bila perang antara AS dan Korut benar-benar terjadi, dampak ke ekonomi Indonesia bisa panjang. Memang, arahnya belum pasti, tergantung faktor mana yang dominan.

“Bisa positif, misalnya jika harga energi naik sehingga positif untuk ekspor energi kita. Atau negatif,” katanya kepada Kontan, Jumat (11/8/2017).

(Baca: Presiden AS Peringatkan Solusi Militer Sudah Siap Jika Korea Utara Rak Bijaksana, Ini Reaksi Dunia)

Eric mengatakan, dampak negatif yang dimaksud adalah jika terjadi capital outflows dari Asia sehingga menekan nilai tukar rupiah. “Jika perdagangan global turun karena perang, atau jika kenaikan harga energi menyebabkan tekanan inflasi yang besar ke Indonesia,” ujarnya.

Namun demikian, Eric tidak yakin, Korut berani memulai perang. Pasalnya, Kim Jong Un hanya menyatakan, Korut akan menyelesaikan rencana menembakkan misil ke arah Guam, bukan menyatakan pasti akan menyerang Guam. Yang terjadi saat ini pun masih sebatas perang kata-kata antara Kim Jong Un dan Donald Trump.

“Seandainya benar-benar terjadi perang, di atas kertas, AS akan menang. Tapi, mungkin bisa ada korban jiwa yang besar karena Korut akan menjadikan Korea Selatan (Korsel) sebagai sasaran,” jelasnya.

(Baca: Korea Utara Ancam Luncurkan Rudal Balistik ke Guam Amerika Serikat)

Ia pun tidak yakin Kim Jong Un mau ambil resiko rezimnya jatuh karena perang. Perang, menurutnya, akan punya konsekuensi panjang. Jika AS menang dan Korut menyerah serta wilayahnya diduduki AS, AS akan berhadap-hadapan langsung dengan Cina di perbatasan.

“Selama ini, Korut memainkan peranan sebagai buffer antara Cina dan AS di Korea Selatan,” ucapnya.

Namun, tetap, menurutnya, ada dampak dari perang kata-kata antara Trump dan Kim Jong Un tetapi tidak besar.

“Tidak besar, hanya pengaruhi pasar finansial Indonesia karena mengikuti sentimen di pasar finansial global,” kata dia. (Kontan.co.id)

Berita ini sudah tayang di Kontan.co.id, Minggu (13/8/2017), dengan judul: Korut dan AS perang, bagaimana ekonomi Indonesia?

Editor: rika irawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help