TribunJateng/

Penetapan Tarif Tol Bawen-Salatiga Tunggu Ujian Laik Jalan Rampung

Pemerintah belum menetapkan besaran tarif Tol Bawen-Salatiga. Usulan tarif Rp 1.000 per kilometer dari TMJ akan digodok di BPJT Kementerian PUPR.

Penetapan Tarif Tol Bawen-Salatiga Tunggu Ujian Laik Jalan Rampung
TRIBUNJATENG/SUHARNO
Ruas jalan Tol Bawen-Salatiga di Kabupaten Semarang menu Tingkir Kota Salatiga sepanjang 17,6 kilometer dioperasikan mulai 28 Agustus 2017. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - PT Trans Marga Jateng (TMJ) mengusulkan tarif Tol Bawen-Salatiga ditetapkan Rp 1.000 per kilometer. Terkait hal ini, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI mengaku belum dapat memutuskan.

“Kami masih mempertimbangkan usulan tersebut. Nanti akan kami kaji dan evaluasi setelah uji laik di ruas tol ini selesai. Tetapi pada dasarnya, usulan tarif Rp 1.000 per kilometer itu bisa saja direalisasikan,” kata Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna, Minggu (13/8/2017).

Menurutnya, dalam menentukan tarif tol, ada prosedur yang harus dilalui. Apalagi, jika dilihat dari nilai investasi yang telah dikeluarkan.

“Dan khusus ruas Tol Bawen-Salatiga ini, masa konsesinya 45 tahun. Selama itu, apa yang sudah diinvestasikan harus bisa kembali. Jadi ya wajar saja TMJ mengusulkan hal tersebut,” ucapnya.

(Baca: Dinilai Gersang, Menteri PUPR Basuki Berharap Ada Penghijauan di Jalur Tol Bawen-Salatiga)

Sementara, Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono menyampaikan, tarif akan ditetapkan Kementerian PUPR melalui BPJT jika tak ada perbaikan fisik maupun nonfisik.

“Sebagai gambaran, nilai investasi untuk ruas Tol Semarang-Solo sekitar Rp 7 triliun. Rata-rata, Rp 100 miliar per kilometer. Untuk Tol Semarang-Salatiga ada sekitar Rp 4 triliun dan Tol Salatiga-Solo sekitar Rp 3 triliun. Nah, bisa dihitung kan? Cukup besar investasi untuk ruas tol yang merupakan bagian dari Tol Trans Java ini,” terangnya.

(Baca: Menteri Basuki Targetkan Jalan Tol Salatiga-Solo Dioperasionalkan Akhir Tahun 2018)

Sebelumnya, Direktur Teknik dan Operasi PT TMJ Ali Zaenal Abidin mengusulkan tarif ruas Tol Semarang-Solo Seksi III Tol Bawen-Salatiga ditetapkan Rp 1.000 per kilometer. Pertimbangannya, ada penambahan investasi selama pembangunan konstruksi.

“Misalnya, untuk kegiatan pemasangan borepile (mengatasi pergerakan tanah) di ruas yang masuk di wilayah Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Lalu, ada overpass, siphon (saluran air bawah jalan) di sekitar Desa Polosiri Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang,” jelasnya. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help