TribunJateng/

Tawarkan Suku Bunga Rendah, Bank Konvensional Masih Mendominasi KPR

Transaksi properti menggunakan skema kredit kepemilikan rumah (KPR) masih didominasi bank konvensional.

Tawarkan Suku Bunga Rendah, Bank Konvensional Masih Mendominasi KPR
tribunjateng/raka f pujangga
Property Expo VI yang berlangsung dari tanggal 9-20 Agustus 2017 di Java Mal Semarang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Transaksi properti menggunakan skema kredit kepemilikan rumah (KPR) masih didominasi bank konvensional.

Koordinator Sales Promotion Perumahan Griya Lestari Ngaliyan, Gun Santosa mengatakan, konsumennya yang menggunakan skema KPR terdapat sekitar 50 persen dari seluruh transaksi.

Adapun KPR dari bank konvensional berkontribusi sekitar 35 persen, sedangkan KPR syariah hanya sekitar 15 persen.

"Sekarang suku bunga bank sudah rendah, jadi tidak ada beda antara konvensional dan syariah," jelas dia, Minggu (13/8/2017).

Diakuinya, masih ada sejumlah konsumen yang mengalami gagal kredit karena tidak lolos BI Checking.

"Gagal kredit tidak selalu karena ada pinjaman yang belum dibayar, tetapi mungkin karena penggunaan plafon pinjamannya tinggi. Biasanya kita tanya dulu ke mereka sebelum diproses pinjamannya," ujar dia.

Saat ini, Griya Lestari menawarkan 12 unit rumah yang dibanderol mulai dari Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar.

Senada, Staf Pemasaran Perumnas Cabang Semarang, Anton Ismuyo Aji mengatakan, 70 persen transaksi properti di lima lokasi perumahan yang dikelola Perumnas masih didominasi KPR.

KPR konvensional, masih menjadi primadona dengan berkontribusi 70 persen juga dibandingkan KPR syariah.

"Pada bank konvensional saat ini suku bunganya rendah, dan sudah tersedia beragam paket pinjaman sesuai keinginan konsumen," jelas dia.

Saat ini Perumnas Cabang Semarang menawarkan 200 rumah siap huni yang tersebar di lima lokasi di antaranya, Kelurahan Sendangmulyo, Pucanggading, Beringin dan lainnya. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help