TribunJateng/

Korupsi e KTP

TERUNGKAP, Negosiasi Alot sebelum Johannes Marliem Saksi e-KTP Berakhir Tragis

TERUNGKAP, Negosiasi Alot sebelum Johannes Marliem Saksi e-KTP Berakhir Tragis di Los Angeles Amerika Serikat

TERUNGKAP, Negosiasi Alot sebelum Johannes Marliem Saksi e-KTP Berakhir Tragis
KOMPASTV
Kesaksian Johannes Marliem sebelum tewas mengenaskan di Amerika 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Saksi kunci kasus megakorupsi proyek KTP elektronik, Johannes Marliem, dikabarkan tewas di Los Angeles, Amerika Serikat, Kamis (10/8) pagi waktu setempat.
Rangkaian peristiwa yang terjadi di rumah Marliem, kawasan Jl Einburgh, Baverly Grove, sejak Rabu sore hingga Kamis dini hari, itu masih menyisakan misteri

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap penyebab pasti tewasnya Johannes Marliem dapat segera terungkap. Saat ini KPK masih menunggu hasil pemeriksaan dari Kepolisian Amerika Serikat (AS), khususnya Kepolisian Los Angeles (LAPD).

DOKUMENTASI KESAKSIAN JOHANNES MARLIEM

"Sistem di negara itu (Amerika Serikat) sudah tertata secara baik. Kita tunggu saja hasil pemeriksaan pihak AS, semoga segera diketahui," ucap Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, di Jakarta, Sabtu (12/8).

KPK berharap LAPD dapat memberikan hasil autopsi terhadap jenazah Johannes Marliem.

Selain itu perlu ada kejelasan apakah kematian Johannes Marliem berkaitan atau tidak dengan penanganan perkara e-KTP yang merugikan keuangan negara hingga Rp 2,3 triliun.

Johannes Marliem merupakan Direktur Biomorf Lone LLC, perusahaan di AS yang menyediakan layanan teknologi biometrik. Dalam proyek KTP elektronik, Marliem merupakan pemasok alat pengenal sidik jari atau automated fingerprint identification system (AFIS) konsorsium pemenang tender proyek e-KTP.

Johannes Marliem mengaku mempunyai rekaman yang membuktikan keterlibatan Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus e-KTP. Selain itu ia juga mengaku mengetahui aliaran dana haram kepada sejumlah politisi dan pejabat negara.

Apakah tewasnya Johannes Marliem bakal mengganggu penanganan perkara e-KTP? Saut Situmorang kejadian itu tidak akan menghambat proses penanganan perkara."Saya pribadi, 99,9 persen yakin tidak akan mempengaruhi proses penyidikan kasus e-KTP yang sedang kami tangani," tegas Sau.

Diungkapkan, mulai Senin (14/8) kasus terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta. Andi Narogong merupakan pengusaha yang mengatur pemenang tender proyek e-KTP dan mengatur pembagian uang haram.

Grafis Aliran Dana korupsi e-KTP berdasar dakwaan jaksa dalam sidang di Pengadilan Tipikor
Grafis Aliran Dana korupsi e-KTP berdasar dakwaan jaksa dalam sidang di Pengadilan Tipikor (KOMPASTV)
Halaman
123
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help