TribunJateng/

Oktober, Pemprov Jateng Bangun Pabrik Garam di Pati

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan, pembangunan pabrik garam skala besar dimulai Oktober di Desa Raci, Kecamatan Batangan, Pati.

Oktober, Pemprov Jateng Bangun Pabrik Garam di Pati
Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Seorang petani garam Kedung, Kabupaten Jepara sedang mengumpulkan garam di tengah tambak untuk dipanen, Jumat (11/8/2017). (ILUSTRASI) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan, pembangunan pabrik garam skala besar dimulai Oktober. Target ini ditetapkan setelah tim merampungkan studi kelayakan atau feasibility study (FS) dan Detail Engineering Design (DED).

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, pabrik garam bakal dibangun di Desa Raci, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Dukungan penyediaan lahan juga didapatkan dari pihak pemerintah kabupaten serta desa setempat.

"Saya sudah meminta Oktober tahun ini di-ground breaking (peletakan batu pertama) agar lebih cepat, kalau itu bisa dilaksanakan maka intervensi Pemprov Jateng akan segera dimulai," katanya, Senin (14/8/2017).

Menurut Ganjar, nantinya, pabrik garam ini akan memproduksi 40 ribu ton garam dan diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan garam industri nasional yang mencapai 2 juta ton. 

(Baca: Pak Ganjar, Ini Loh Usulan Netizen Terkait Lokasi Pabrik Garam yang Akan Dibangun)

Dari hasil koordinasi dengan pihak petambak garam, lanjutnya, para petani garam siap menerapkan teknologi geomembrane atau ulir. Namun, mereka membutuhkan kepastian harga. "Karena, selama ini, mereka menjualnya ke tengkulak maka yang seperti ini mesti diselesaikan," katanya.

Terkait ketersediaan lahan, Ganjar memastikan hal ini sudah rampung. Termasuk, dokumen perencanaan juga sudah siap. Pihak pemerintah desa setempat menyediakan lahan milik kas desa Raci seluas 700 hektare. Bahkan, desa tetangga, juga siap mendukung penyediaan lahan tambahan.

Sementara, Pemkab Demak  juga bersedia menyiapkan lahan untuk gudang penampung stok garam, sebagaimana harapan petani garam. Menurut Ganjar, keberadaan gudang garam ini penting karena bisa dimanfaatkan untuk intervensi dari Pemprov melalui resi gudang.

"Kalau pabrik sudah jadi, harapan saya, ada contoh yang bisa ditiru," ujarnya.

(Baca: Ganjar Minta Jajarannya Realisasikan Pembangunan Pabrik Garam di Jawa Tengah, Tahun Ini)

Terkait supply bahan baku produksi, petani garam siap menyetor bahan ke pabrik untuk diolah dan dijual. Ganjar mengatakan, petani garam meminta agar mereka bisa menjual secara langsung ke pabrik tanpa perantara.

Selain dari petani garam, Ganjar juga meminta Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) menyuntikan teknologi yang tepat guna menjamin keberlangsungan pasokan bahan. Sejumlah daerah yang memiliki 'air tua' atau kadar garam bagus di antaranya di Pati, Demak, Brebes, Jepara, dan Rebang.

"Apalagi ini ada momentum bagus, kondisi cuaca rasanya sudah masuk kemarau, maka ini potensi yang segera harus dilakukan," kata Ganjar. (*)

Penulis: m nur huda
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help