TribunJateng/

Gunakan Cantrang, 136 Nelayan Jateng Diprotes Nelayan Mimika Papua. Kini, Mereka Tak Bisa Pulang

Sebanyak 136 nelayan asal Jawa Tengah dilaporkan tertahan di kamp pengungsian di Mimika Papua. Dari jumlah tersebut, 105 nelayan berasal dari Kendal.

Gunakan Cantrang, 136 Nelayan Jateng Diprotes Nelayan Mimika Papua. Kini, Mereka Tak Bisa Pulang
Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Kapal nelayan bersandar di Pelabuhan Perikanan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal. (ILUSTRASI) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sebanyak 136 nelayan asal Jawa Tengah dilaporkan tertahan di kamp pengungsian di Mimika Papua. Dari jumlah tersebut, 105 nelayan berasal dari Kendal.

Sekretari Daerah kabupaten Kendal, Bambang Dwiyono, mengatakan, beberapa hari lalu, pihaknya menerima informasi tertahannya nelayan Kendal bersama sejumlah nelayan lain asal beberapa daerah di Jawa Tengah dari Pemkab Mimika.

"Begitu mendapat kabar, kami mengirim pegawai dari Kesbangpol, Dinas Perikanan, dan Dinas Sosial ke sana (Mimika) untuk mengumpulkan detail informasi dan menjemput mereka," terang Bambang, Selasa (15/8/2017).

(Baca: Nelayan Jepara Ingin Kebijakan Larangan Cantrang Segera Direalisasikan)

Informasi dari pegawai yang dikirim tersebut diperoleh gambaran penyebab ratusan nelayan itu terdampak di Mimika.

"Nelayan lokal meminta nelayan asal Jawa Tengah berhenti menangkap ikan mengunakan cantrang. Permintaan ini sempat dituruti nelayan asal Jawa Tengah. Tapi, beberapa hari kemudian nelayan kita mengulangi dan menangkap ikan menggunakan cantrang. Konflik antar-nelayan ini pun tak bisa dihindari," ujarnya.

Menurut Bambang, peristiwa itu terjadi Rabu (9/8/2017) pekan lalu. Selain 105 nelayan asal Kendal, diketahui, nelayan lain yang ditampung di kamp pengungsian adalah 19 nelayan asal Tegal, empat nelayan asal Pemalang, dua nelayan asal Brebes, dan dua nelayan asal Batang.

Selain itu, ada satu nelayan asal Semarang, satu nelayan asal Pati, satu nelayan asal Demak, dan satu nelayan asal Pekalongan.

(Baca: Tuntut Surat Layak Operasi, Nelayan Pengguna Cantrang di Kota Tegal Segel Kantor KKP)

Terkait upaya pemulangan, Bambang mengakui mendapat kendala. Apalagi, nelayan asal daerah lain di Jawa Tengah juga meminta pulang.

Saat ini, ke-136 nelayan Jawa Tengah tersebut tinggal di pengungsian di sekretariat Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) di distrik Wania. (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help