TribunJateng/

Pengamat: Deradikalisasi Terpidana Kasus Terorisme Aman Abdurrahman Sulit Berhasil

Terpidana kasus terorisme Aman Abdurrahman dimungkinkan kembali tersandung kasus hukum. Apalagi pascapembebasan, Aman dijemput Densus 88.

Pengamat: Deradikalisasi Terpidana Kasus Terorisme Aman Abdurrahman Sulit Berhasil
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi terorisme 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Terpidana kasus terorisme Aman Abdurrahman dimungkinkan kembali tersandung kasus hukum. Apalagi, pascapembebasan setelah mendapat remisi, Aman dijemput Detasemen Khusus (Densus) 88 dari Lapas Pasir Putih Nusakambangan, Sabtu (12/8/2017).

Terkait hal ini, Pengamat Terorisme Al Chaidar mengatakan, penjemputan itu tak mengagetkan. Apalagi, banyak kasus teror yang dikaitkan dengan Aman, selama dia berada di bilik penjara Nusakambangan, di antaranya, kasus teror bom Thamrin dan bom Kampung Melayu.

"Akan ada implikasi yuridis bagi dia jika terbukti mengendalikan jaringan dari dalam Lapas," kata Al Chaidar saat dihubungi lewat telepon, Sabtu (19/8/2017).

Al Chaidar tak yakin Aman mau menerima remisi yang diberikan pemerintah kepadanya. Sebab, menerima remisi sama halnya mengakui hukum negara Indonesia yang bertentangan dengan ideologinya.

(Baca: Bebas, Napi Terorisme Aman Abdurrahman Dijemput Densus 88 dari Nusakambangan)

Setelah bebas dari Lapas Nusakambangan, pentolan ISIS di Indonesia itu dinilai lebih bebas menyebarkan pengaruh dan pahamnya ke masyarakat. Ia juga lebih leluasa memberikan perintah dan fatwa kepada para pengikut.

Deradikalisasi terhadap Aman, dinilai Al Chaidar sulit jika masih mengacu pada program yang ada. Menurutnya, pemerintah perlu memikirkan metode baru deradikalisasi terhadap mantan napi teroris lewat cara mengakomodir berbagai disiplin ilmu pengetahuan.

"Petugas yang mau melakukan deradikalisasi bisa jadi malah teradikalisasi dulu oleh mereka," katanya.

Di sisi lain, aparat penegak hukum kurang leluasa dalam mencegah aksi teror terkait penyebaran paham radikal karena lemahnya payung hukum.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help