Ini Dia Kucing Busok Khas Pulau Raas Indonesia, Mata Tajam dan Berwibawa

Ini Dia Kucing Busok Khas Pulau Raas Indonesia, Mata Tajam dan Berwibawa, warna bulu abu-abu dan coklat. Konon dulu kucing ini piaraan khusus Ulama

Ini Dia Kucing Busok Khas Pulau Raas Indonesia, Mata Tajam dan Berwibawa
tribunjateng/ponco wiyono
KUCING BUSOK - Nanu Rohanu (51) menggendong kucing busok pejantan miliknya, Kamis (17/8). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tidak banyak yang tahu jika Indonesia punya kucing ras asli. Kenyataan inilah yang memancing kesadaran Nanu Rohanu (51) untuk mengembangbiakkan kucing busok, kucing berwarna kelabu asli pulau Raas, Kabupaten Sumenep.

Nanu mengemban misi besar selain memperkenalkan kucing busok ke khalayak, yakni menjadikan kucing busok diakui secara internasional.

Ditemui Tribun di rumahnya di kawasan Jatingaleh, pria murah senyum ini mengaku perkenalannya dengan kucing busok terjadi saat ini bertugas di Jawa Timur. Di sana, kucing Busok sudah banyak dikembangkan oleh para pecinta kucing. Selain faktor warna, kepercayaan masyarakat setempat terhadap kucing tersebut menjadikan nilainya lebih tinggi daripada kucing lokal lain.

"Kabarnya di tempat asalnya kucing ini hanya dipelihara oleh kalangan bangsawan dan ulama. Kepercayaan inilah yang membuat rasnya masih murni karena masyarakat segan untuk mengawinkannya dengan kucing kampung pada umumnya," ungkap Nanu, Kamis (17/8).

Secara raut muka, kucing busok memang agak berbeda dengan kucing lokal rata-rata. Tulang pipi yang tampak kokoh, telinga berukuran sedikit lebih panjang serta sorot mata tajam menjadikan kucing ini tampak berwibawa. Menurut Nanu, faktor tersebut membuat jika tidak sembarang orang bisa memelihara kucing ini.

"Ciri khas lain adalah ekor yang sangat pendek. Jadi jika ada kucing busok berekor panjang, kemungkinan besar itu hasil kawin silang‎," kata pria asli Bandung ini.

Kucing busok sendiri bukan satu-satunya kucing asli pulau Raas. Ada satu jenis lain, yang memiliki ciri-ciri fisik sama namun berbeda pada warna bulu.

"Kalau busok itu abu-abu, maka satunya lagi berwarna coklat, dan biasa disebut kecubung‎," terangnya.

Saat ini, Nanu memiliki enam ekor kucing busok dengan dua di antaranya indukan. Meski di Semarang pengembangbiakan kucing jenis ini masih terbilang langka, Nanu percaya diri keempat kucing anakannya bisa dibiakkan lagi.

"Saya tergabung dengan komunitas pecinta kucing bertaraf nasional. Jika nanti sudah siap kawin tinggal menukar kucing yang sama berjenis kelamin berbeda," tukas Nanu yang juga membiakkan kucing maine coon di kampung halamannya, Bandung.

Saat ini, Nanu dan pembiak lain telah mengusahakan sertifikasi ‎kucing busok di ICC. Lewat pembakuan karakteristik dan standarisasi ini, kucing busok bisa resmi menjadi kucing ras dari Indonesia hingga kemudian mendunia sebagai salah satu kekayaan asli negeri ini.

Nanu sendiri mengakui, jalan untuk mewujudkan misinya itu terbilang berat. Proses mendapatkan bibit yang baik serta nilai ekonomis yang masih kalah dibandingkan kucing ras lain menghantui para pecinta kucing yang ingin turut membiakkan kucing jenis ini.

"Tapi kembali lagi, saya murni demi kelestarian kucing busok ini serta agar Indonesia dikenal sebagai pemilik salah satu kucing ras unik. Di Semarang saya dengar sudah ada yang memiliki meski baru seekor, semoga ke depan kucing busok semakin dikenal," harapnya.‎ (tribunjateng/ponco wiyono)

Penulis: ponco wiyono
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved