TribunJateng/

Pertamina Komentari Dugaan Beredarnya Tabung Gas Suntik, Ini Katanya

"‎Kalau memang produk tabung gas putih itu berbau, kita kembalikan ke kepolisian. Hasil dari investigasi kepolisian itu nanti jawabannya," jelasnya

Pertamina Komentari Dugaan Beredarnya Tabung Gas Suntik, Ini Katanya
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Area Manager Communication and Relation Pertamina Jawa Bagian Tengah (JBT), Andar Titi Lestari‎ dan Ketua D‎PC Hiswana Migas Kota Semarang, Yanuar N Rahman‎, saat rapat koordinasi di Kantor Hiswana Migas Kota Semarang, Jumat (25/8/2017 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PT Pertamina ‎Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Tengah dan DI Yogyakarta menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian terkait adanya dugaan penyimpangan elpiji subsidi.

Area Manager Communication and Relation Pertamina Jawa Bagian Tengah (JBT), Andar Titi Lestari‎ menjelaskan, pihak kepolisian memiliki kewenangan terkait adanya beredarnya informasi mengenai tabung 'suntik' non subsidi.

Baca: Inilah Jadwal Siaran Langsung Laga Indonesia Vs Malaysia di Semifinal SEA Games 2017

"‎Kalau memang produk tabung gas putih itu berbau, kita kembalikan ke kepolisian. Hasil dari investigasi kepolisian itu nanti jawabannya," jelasnya, disela rapat koordinasi di Kantor Hiswana Migas Kota Semarang, Jumat (25/8/2017).

Andar mengakui, konsumsi tabung elpiji subsidi 3 kilogram pada tahun ini mengalami peningkatan.‎ Namun, pihaknya enggan mengaitkan kenaikan konsumsi elpiji subsidi 3 kilogram pada isu tabung gas 'suntik'.

Baca: Hiswana Migas Sinyalir Tabung Gas Suntik Beredar di Kota Semarang, Ini Alasannya

"Konsumsinya memang naik, tapi saya tidak mau kenaikan itu dikaitkan pada persoalan ini," jelasnya.

Dia menilai, peningkatan konsumsi elpiji subsidi 3kg tersebut diduga karena ‎kondisinya saat ini menjelang Hari Raya Iduladha.

‎Saat ini, kata dia, pihaknya sudah menggunakan Sistem Monitoring LPG 3 kilogram (Simolek).

"Jadi setiap pangkalan yang menyediakan elpiji subsidi itu harus mengisinya ke dalam sistem tersebut," jelasnya.

Baca: Selamat! Aplikasi Ijus Melon Pemkot Semarang Raih Penghargaan

Terkait dugaan peredaran tabung gas yang belum memiliki izin, hal tersebut menjadi kewenangan pemerintah daerah.

"Kami hanya bisa mengimbau masyarakat agar bisa lebih cerdas memilih produk, tidak sembarangan. Perhatikan isi, berat, dan kualitas tabung," ucapnya. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help