TribunJateng/

Pejabat Kemenhub Kena OTT KPK, Begini Komentar Jokowi : Sangat Mengecewakan

"Sangat mengecewakan dan ini perlu saya ingatkan kepada seluruh pejabat agar tidak melakukan itu lagi," ujar Jokowi‎, di Jakarta

Pejabat Kemenhub Kena OTT KPK, Begini Komentar Jokowi : Sangat Mengecewakan
YOUTUBE
Menhub Budi Karya Sumadi dan Dirje Hubla Tonny Budiono 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA-‎ ‎Presiden Joko Widodo sangat kecewa atas tindakan dugaan korupsi Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan A Tonny Budiono yang terkena operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Sangat mengecewakan dan ini perlu saya ingatkan kepada seluruh pejabat agar tidak melakukan itu lagi," ujar Jokowi‎, di Jakarta, Minggu (27/8/2017).

‎Menurut Jokowi, tindakan korupsi di salah satu instansi negara dapat dicegah jika masing-masing pejabatnya memiliki integritas dan moralitas yang baik, serta ingin terus memperbaiki sistem birokrasi.

 
"Sudah berapa yang ditangkap, baik di OTT KPK, maupun saber pungli. Sudah ratusan atau mungkin ribuan, tetapi menyangkut orang kan, sangat mengecewakan," papar Jokowi.

Baca: Wow, Karang Taruna Kebon Agung Sulap Gedung Sobokarti untuk Rayakan Kemerdekaan RI

KPK kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dengan perizinan dan pengadaan proyek-proyek di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut (Hubla) tahun anggaran 2016-2017.

Dalam OTT yang dilakukan pada Rabu (23/8/2017) malam hingga Kamis (24/8/2017) sore, penyidik mengamankan lima orang di beberapa lokasi terpisah lalu dibawa ke KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Kelima orang tersebut yakni Antonius Tonny Budiono (ATB)-Dirjen Perhubungan Laut, Adiputra Kurniawan (APK)-Komisaris PT Adhi Guna Keruk Tama (PT AGK)‎, S-Manager kauangan PT AGK, DG-Direktur PT AGK, dan W-Kepala Sub Direktorat Pengerukan dan Reklamasi.

Dari hasil OTT, penyidik menyita sejumlah uang dan kartu ATM di kediaman ATB di Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Disana ada empat kartu ATM dari tiga bank penerbit berbeda dalam penguasaan Aantonius Tonny Budiono.

Selain itu ada juga 33 tas berisi uang dalam pecahan mata uang Rupiah, US Dolar, Poundsterling, Euro, Ringgit Malaysia, senilai total Rp 18,9 miliar cash dan dalam rekening Bank Mandiri terdapat sisa saldo Rp 1,174 miliar. Sehingga total uang yang ditemukan di rumah ATB totalnya Rp 20 miliar.

Halaman
12
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help