Program Semarang Smart City, Warga Merasa Semakin Dekat dengan Pemerintah
Wicak telah menggunakan sistem Lapor Hendi untuk melaporkan sales konter HP yang membagikan brosur hampir di tengah jalan
Penulis: galih permadi | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng Galih Permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Keberadaan aplikasi dan program pendukung Semarang Smart City dirasakan sejumlah warga Kota Semarang. Keberadaan Lapor Hendi, memudahkan Wicaksono, warga Pedurungan, melapor keluhannya.
Wicak mengatakan adanya program Semarang Smart City semakin memudahkan masyarakat di era modern seperti saat ini.
"Masyarakat bisa lebih mudah dan tak berjarak dengan pemerintah terkait masukan dari warga. Seperti aduan sarana dan fasilitas umum yang bisa lewat Lapor Hendi," ujarnya, Senin (28/8).
Wicak telah menggunakan sistem Lapor Hendi untuk melaporkan sales konter HP yang membagikan brosur hampir di tengah jalan yang menimbulkan kemacetan di kawasan Tlogosari.
"Ketika melapor memang ada tanggapan segera dinas terkait akan menertibkan. Namun implementasinya sales belum juga ditertibkan," ujarnya.
Selain Lapor Hendi, Wicak juga menggunakan Kartu Semarang Hebat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari di minimarket.
Tak hanya untuk berbelanja, kartu tersebut bisa digunakan untuk membayar tiket Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang dan rencana bisa digunakan untuk membayar tol pada Oktober mendatang.
Namun, Wicak sempat mendapat kendala ketika belum semua kartu digunakan di minimarket yang sudah kerjasama.
"Padahal sebelumnya dijelaskan semua gerai bisa tapi ternyata masih minimarket tertentu. Kasir pun menolak dengan berbagai alasan tidak bisa," ujarnya.
Wicak berharap Pemkot tidak hanya sosialisasi ke masyarakat, namun juga ke pihak ketiga yang diajak bekerjasama dalam pengembangan Semarang Smart City.
"Masyarakat sudah tahu ada program Smart City, tapi kendalanya saat mengimplementasikan di lapangan malah pihak ketiga yang diajak kerjasama belum siap. Perlu koordinasi yang lebih baik antara Pemkot dengan pihak ketiga," ujarnya.
Dalam kesempatan terpisah, Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi mengapresiasi program Semarang Smart City di era kepemimpinan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Keberadaan aplikasi smart city diharapkan dapat mengurangi praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di Kota Semarang.
"Penggunaan layanan digital di antaranya penggunaan Tcash dan Kartu Semarang Hebat merupakan gerakan nasional non tunai, artinya dengan pelayanan tersebut, diharapkan kedepannya semua pembayaran yang ada di Kota Semarang sudah tidak menggunakan lagi dengan pembayaran tunai, agar tidak terjadi KKN," ujarnya.
Perlu Ubah Perilaku Konvensional
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/smart-city_20170827_200039.jpg)