TribunJateng/

Tips Dapur

Ingin Daging Kurban Tak Cepat Busuk? Jangan Campur Bagian-bagian Ini

Petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Lamongan, Jawa Timur, membagikan tips supaya daging kurban tetap terjaga kualitasnya.

Ingin Daging Kurban Tak Cepat Busuk? Jangan Campur Bagian-bagian Ini
tribunjateng/raka f pujangga
Pedagang daging sapi di pasar di Kota Semarang. (ILUSTRASI) 

TRIBUNJATENG.COM, LAMONGAN – Petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Lamongan, Jawa Timur, membagikan tips supaya daging kurban tetap terjaga kualitasnya dan tidak cepat membusuk seusai proses penyembelihan.

“Jangan campur daging dengan jeroan, nanti bisa cepat busuk,” ujar Kepala DPKH Lamongan Sukriyah, Kamis (31/8/2017).

Sukriyah menambahkan, imbauan tata cara perlakuan daging kurban tersebut disampaikan kepada masyarakat saat melakukan pengawasan penyembelihan hewan kurban.

“Kalau bisa, sejak kambing atau sapi itu dipotong, penempatan daging dan jeroan sudah harus dipisah antara daging, jeroan merah, dan jeroan hijau. Untuk daging dan jeroan merah tidak perlu dicuci, sedangkan jeroan hijau, semisal usus, harus dicuci sampai bersih,” katanya.

(Baca: Selain Nanas dan Daun Pepaya, Yoghurt Juga Bisa Bikin Daging Kambing Cepat Empuk Lo . .)

Tidak hanya imbauan untuk memisahkan daging dan jeroan, pihak DPKH Lamongan juga mengimbau panitia penyembelihan hewan kurban mengubur dalam tanah bagian yang tidak terpakai, misalnya darah dan kotoran hewan kurban.

“Karena, dengan mengubur dalam tanah, selain tidak mencemari lingkungan juga dapat mencegah timbulnya bakteri. Jadi, jangan sampai sisa penyembelihan nanti malah dibuang ke sungai,” ucap Sukriyah.

“Guna memastikan kualitas hewan kurban yang bakal disembelih, kami juga sudah berkeliling ke-27 kecamatan yang ada di Lamongan mulai 29 Agustus. Ini untuk menjamin kualitas hewan kurban agar sesuai syarat dan ketentuan agama,” ucap dia.

Adapun hewan yang layak untuk menjadi kurban adalah, untuk sapi dan kerbau harus berkisar 22 bulan, sedangkan kambing dan domba antara 12 hingga 18 bulan.

Secara fisik, usia hewan kurban bisa dilihat melalui kondisi giginya. Apabila gigi susu telah tanggal dua di depan, itu menandakan hewan tersebut telah berumur sekitar 12 hingga 18 bulan, dan bila itu sapi maka bisa dipastikan berumur kurang dari 22 bulan. (Kompas.com)

Berita ini sudah tayang di Kompas.com, Jumat (1/9/2017), dengan judul: “Jangan Campur Daging dengan Jeroan, Nanti Bisa Cepat Busuk”

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help