TribunJateng/
Home »

Bisnis

» Mikro

Harga Garam Turun, Per Bungkus Dijual Mulai Rp 2.500

Harga garam di sejumlah pasar di Semarang turun, Minggu (3/9/2017). Penurunan harga hingga 30 persen ini diduga karena mulai masuknya garam impor.

Harga Garam Turun, Per Bungkus Dijual Mulai Rp 2.500
tribun jateng/alexander devanda wisnu
Yuliana, pedagang barang kebutuhan sehari-hari di Pasar Peterongan, tengah melayani pembeli garam, Minggu (3/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alexander Devanda wisnu P

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Harga garam di sejumlah pasar di Semarang turun, Minggu (3/9/2017). Penurunan harga hingga 30 persen ini diduga karena mulai masuknya garam impor ke pasaran.

"Harga garam sudah turun dan stabil di kisaran Rp 65 ribu-Rp 70 ribu per bal. Penurunan harga itu rata-rata 25-30 persen," ungkap Yuliana, pedagang garam di Pasar Peterongan, Kota Semarang.

Yuliana mengaku, saat harga garam melambung hingga Rp 100 ribu per bal, dia tak berani banyak menyetok garam.

"Paling hanya menjual 10 bal garam karena pembeli sepi. Sekarang, setelah harga turun, saya berani menyetok lebih dari 50 bal garam," tambahnya.

(Baca: Harga Garam di Tingkat Petani Terus Merosot, Inilah Penyebabnya)

Penurunan harga garam juga disampaikan Rasmini, penjual garam di Pasar Mrican, Kota Semarang. Menurutnya, setelah harga garam turun dan stabil, penjualan juga meningkat.

"Kalau sekarang, penjualan sudah naik. Sekarang, saya jual garam Rp 2.500 per bungkus tapi tergantung merek juga. Yang jelas, harga saat ini tak semahal bulan-bulan lalu," tutur Rasmini.

Ditemui saat sedang membeli garam di Pasar Mrican, Dedi Seno, mengaku lega harga garam turun. Apalagi, sebagai pedagang makanan, garam sangat dibutuhkan untuk masakan yang dibuat.

"Seperti saya, penjual nasi ayam, impor garam yang dilakukan pemerintah sangat membantu. Sekarang, bisa lebih irit dalam pengeluaran karena harga garam sudah turun dan stabil. Semoga, (harga garam) tak naik-naik lagi malahan kalau bisa turun lagi," ungkap Dedi.

(Baca: Oktober, Pemprov Jateng Bangun Pabrik Garam di Pati)

Pendapat yang sama juga disampaikan Sekar Maharani, pembeli garam di Pasar Peterongan.

"Waktu harga garam naik, saya mengurangi penggunaan garam biar lebih irit. Tapi, ini saya bersyukur harga garam sudah stabil. Saya berharap, pemerintah juga meningkatkan produksi garam lokal," harap Maharani. (*)

Penulis: Alexander Devanda Wisnu P
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help