TribunJateng/

Kecelakaan Lalulintas

Ikhwan Sopir Bus PO Indonesia Diancam Hukuman 6 Tahun Penjara

Polres Kudus telah menetapkan status pengemudi bus PO Indonesia yang terlibat tabrakan maut di Proliman Tanjung, Jati, Kudus, jadi tersangka

Ikhwan Sopir Bus PO Indonesia Diancam Hukuman 6 Tahun Penjara
Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Bus PO Indonesia yang terlibat kecelakaan di Proliman Tanjung, Jati, Kudus diamankan di tempat penyimpanan barang bukti kecelakaan Polres Kudus. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Polres Kudus telah menetapkan status pengemudi bus PO Indonesia yang terlibat tabrakan maut di Proliman Tanjung, Kecamatan Jati kabupaten Kudus, Kamis (31/8) jadi tersangka. Kecelakaan maut itu mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan puluhan orang luka-luka.

Kapolres Kudus, AKBP Agusman Gurning.
Kapolres Kudus, AKBP Agusman Gurning. (Tribun Jateng/Yayan Isro Roziki)

AKP Eko Rubiyanto, Kasat Lantas Polres Kudus mengatakan, pihaknya trelah menetapkan pengemudi sebagai tersangka sejak Jumat (1/9/2017).

Baca: Bukan Rem Blong, Ini Dugaan Polisi Terkait Penyebab Kecelakaan di Kudus yang Tewaskan 5 Orang

Pengemudi bernama Ikhwan Mukminin (46), warga Desa Tireman, Rembang itu dinilai telah lalai dalam mengemudikan bus.

Dalam kecelakaan yang terjadi pada Kamis (31/8/2017) petang lalu menewaskan lima orang.

Selain itu, puluhan orang mengalami luka-luka. Sampai saat ini masih ada 17 orang yang harus menjalani perawatan intensif akibat kecelakaan itu.

Kapolres Kudus, AKBP Agusman Gurning menuturkan, pihaknya menetapkan sopir sebagai tersangka lantaran terjerat pasal 310 undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Olah TKP oleh tim Trafic Accident Analysis (TAA) Polda Jateng di Perlimaan Tanjung, Kecamatan Jati, Kudus, Jumat (1/9/2017).
Olah TKP oleh tim Trafic Accident Analysis (TAA) Polda Jateng di Perlimaan Tanjung, Kecamatan Jati, Kudus, Jumat (1/9/2017). (Tribun Jateng/Rifqi Gozali)

“Di dalam peraturan tersebut, tersangka terancam hukuman enam tahun,” kata AKBP Agusman Gurning kepada Tribun Jateng, Minggu (3/9/2017).

Sebelumnya, pihaknya juga telah melakukan olah TKP. Selain itu, tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jateng juga telah menyelidiki kecelakaan maut tersebut.

Hasil pengecekan fisik oleh tim TAA Polda Jateng, bahwa keberadaan bus PO Indonesia dengan nopol L 7519 UV tidak mengalami rem blong seperti apa yang diduga sebelumnya.

Keberadaan fisik dan ban bus tersebut juga masih dalam layak jalan. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help