TribunJateng/

Liga 2 Indonesia

Persijap Jepara Ancam Mundur dari Kompetisi. Ini Penyebabnya

Alih-alih mendapat pembelaan, Persijap justru merasa semakin dirugikan dan dizalimi

Persijap Jepara Ancam Mundur dari Kompetisi. Ini Penyebabnya
Istimewa
CEO Persijap Jepara Esti Puji Lestari (kiri) dan Manager Persibat Batang Adhimas Bramanti, menunjukkan lembar pakta integritas yang ditandatangani Sabtu (26/8/2017), sehari sebelum laga Persijap vs Persibat Liga 2. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - ‎Tim Laska Kalinyamat mengancam mundur dari kompetisi, setelah merasa berkali-kali dizalimi. CEO Persijap Jepara, Esti Puji Lestari, mengatakan pihaknya sudah berulangkali dirugikan oleh keputusan wasit.

"Kami sudah berulangkali dirugikan keputusan pengadil lapangan, kami sudah adukan itu," kata Esti, melalui layanan pesan WhatsApp (WA), Senin (4/9/2017).

Alih-alih mendapat pembelaan, Persijap justru merasa semakin dirugikan dan dizalimi. Ini, setelah Persijap justeru dihukum oleh Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Indonesia (Komdi PSSI).

Dalam surat keputusan (SK) nomor ‎147/L2/SK/KD-PSSI/VIII/2017, tertanggal 31 Agustus 2017, Komdis menghukum Persijap dengan kekalahan walk out (WA) 0 - 3 atas tim tamu Persibat Batang, dalam pertandingan di Gelora Bumi Kartini Jepara, 27 Agustus 2017 kemarin.

Selain dinyatakan kalah WO, Persijap juga dikenakan denda Rp 100 juta. Komdis menilai Persijap menolak melanjutkan pertandingan, usai keputusan kontroversial wasit asal Malang, Supriawan.

Dalam pertandingan tersebut, situasi memanas usai wasit menghadiahi penalti untuk Persibat Batang, pada menit 93.

"Kami tidak WO, sampai pukul 18.30 kami masih di lapangan. Justeru wasit yang pergi meninggalkan lapangan, tanpa meniup peluit panjang, dan kemudian diikuti oleh Persibat, tapi kenapa justeru kami yang dihukum," ‎cetus Esti, geram.

Tak terima dengan putusan Komdis yang sangat merugikan Laskar Kalinyamat, Esti pun melayangkan banding. Untuk menguatkan banding, Esti dan manajemen Persijap melengkapi berbagai bukti.

Di antaranya, keterangan saksi-saksi, serta rekaman pertandingan.

"Kami layangkan banding, serta akan mengklarifikasi semua dakwaan yang dituduhkan kepada Persijap, apa yang menimpa kami sangat berlebihan, serta menunjukkan tak ada konsistensi dalam penerapan aturan," tandasnya.

Perempuan asal Sukabumi itu menambahkan, terdapat ketidaksinkronan pasal yang dituduhkan.

Menurut dia, Komdis memberikan sanksi berdasarkan Pasal 56, jo Pasal 31 Kode Disiplin PSSI tentang pengancaman wasit, namun hukuman yang diberikan karena menolak melanjutkan pertandingan.

"Kalau terbukti menolak melanjutkan pertandingan seharusnya dinyatakan mundur. Tapi ini dianggap kalah WO dan jelas menguntungkan tim-tim tertentu," tukas dia. (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help