TribunJateng/

Puluhan Tower Telepon Seluler Bermasalah di Kabupaten Semarang Terancam Ditutup

Kepala Satpol PP dan Damkar Semarang sebut ada 50 base transciever station (BTS) milik sejumlah operator telepon seluler yang bermasalah

Puluhan Tower Telepon Seluler Bermasalah di Kabupaten Semarang Terancam Ditutup
TRIBUNJATENG/SUHARNO
DISEGEL - Petugas Satpol PP melakukan penyegelan tower BTS di Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Semarang, Tajudin Noor mengatakan ada 50 base transciever station (BTS) milik sejumlah operator telepon seluler yang bermasalah.

Puluhan BTS yang bermasalah di Kabupaten Semarang, dikatakannya, karena masa perizinan yang telah habis dan belum diperpanjang.

"Bahkan saat kami melakukan pengecekan ada yang tidak memiliki izin sama sekali. Ini namanya kurang ajar," katanya saat dia bersama sejumlah anggota Satpol PP melakukan penutupan tower BTS telepon seluler di Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Selasa (5/9/2017).

Tajudin menambahkan timnya melakukan tindakan tegas menutup puluhan tower BTS telepon seluler yang izinnya belum diperpanjang maupun yang tidak berizin.

"Kemarin (Senin, Red) ada dua tower yang kami tutup. Minggu lalu, juga ada dua, dan hari ini, ada lima tower yang kami tutup. Tindakan tegas ini, akan kami terus lakukan hingga para pengelola tower BTS telepon seluler yang merasa izinnya telah habis segera melakukan pengurusan perpanjangan," sambungnya.

Dia menjelaskan perizinan tower BTS yang masa berlakunya habis ini, ada yang hitungannya bulan, tahun, bahkan lebih dari setahun.

"Kami sudah berkonsultasi kepada pihak-pihak terkait serta sudah melakukan validasi dan verifikasi datanya. Data puluhan tower BTS yang masa izinnya telah habis bahkan ada yang tidak berizin ini valid, sehingga kami tutup," ungkapnya.

Meski telah ditutup, akan tetapi dijelaskannya, tower BTS telepon seluler ini masih tetap berfungsi.

"Hanya saja, saat operator tower BTS melakukan pemeliharaan dan perbaikan maka mereka tidak bisa masuk karena telah disegel. Pihak pengelola tower BTS wajib melengkapi perizinan atau perpanjangannya terlebih dahulu," harapnya.

Saat dilakukan penutupan maupun penyegelan tower BTS, Tajudin mengatakan pihaknya mengundang warga untuk menjadi saksi.

Warga di Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, Dalimin mengatakan memang tidak ada lagi operator ataupun perwakilan dari pengelola tower BTS yang mengajukan izin gangguan kembali.

"Bahkan warga di sini (Langensari, Red) sudah membuat petisi untuk menolak keberadaan tower BTS karena warga sekitar sering terkena dampaknya," ujarnya.

Dampak tersebut, dipaparkan Daliman yakni peralatan elektronik milik warga sekitar sering rusak jika ada sambaran petir yang terserap oleh tower BTS.

"Sering sekali barang elektronik milik warga sekitar rusak akibat sambaran petir. Kami juga sudah sering membicarakan masalah ini kepada operator tower yang datang untuk melakukan pengecekan," tandasnya. (*)

Penulis: suharno
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help