Delapan Taruna SUPM Tegal Praktek Magang di Balai Karantina Ikan Semarang

Sekolah Usaha Perikanan Menengah Kota Tegal mengirimkan delapan siswa untuk praktek magang di Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasi

Delapan Taruna SUPM Tegal Praktek Magang di Balai Karantina Ikan Semarang
tribunjateng/ist
Sekolah Usaha Perikanan Menengah Kota Tegal mengirimkan delapan siswa untuk praktek magang di Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Semarang, Rabu (6/9/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alexander Devanda Wisnu P

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sekolah Usaha Perikanan Menengah Kota Tegal mengirimkan delapan siswa untuk praktek magang di Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Semarang, Rabu (6/9/2017)

Kegiatan tersebut dalam rangka memenuhi persyaratan pembelajaran di SUPM Tegal. Taruna SUPM Tegal akan menjalani magang selama dua bulan.

Kepala BKIPM Semarang, Gatot Perdana mengatakan taruna SUPM Tegal dapat melakukan praktek mengenai identifikasi penyakit ikan dan pengujian mutu produk perikanan yang dilalulintaskan baik antar area, impor maupun ekspor.

"Selama dua bulan kami ajarkan bagaimana melakukan identifikasi penyakit sehingga dapat mengetahui jenisnya serta komoditi yang terjamin mutunya dan layak untuk dikonsumsi dan memenuhi persyaratan untuk diekspor," ujar Gatot saat diwawancara.

Ia menambahkan pelatihan magang tersebut baik untuk menambah wawasan dan pengetahuan di bidang penyakit ikan dan mutu keamanan hasil perikanan yang kedepannya sebagai generasi penerus yang tangguh.

"Kegiatan ini dapat membantu mencetak lulusan yang memiliki keterampilan di bidang perikanan tidak hanya teori namum juga tahu prakteknya secara jelas," tambahnya.

Selain itu, guru pengolahan dari SUPM Kota Tegal, Mindo Yuniati Siahaan menuturkan pola pembelajaran di SUPM Kota Tegal 30 persen teori dan 70 persen praktek.

"Sekolah kami lebih mengedepankan praktek agar taruna kami nantinya setelah lulus bisa langsung siap kerja. Kami memilih BKIPM Semarang agar taruna kami menjalani pelatihan praktek di lapangan yang baik dan memahami standard ikan yang bermutu, identifikasi penyakit ikan dan persyaratan produk perikanan yang baik untuk di ekspor," tutur Mindo. (*)

Penulis: Alexander Devanda Wisnu P
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help