TribunJateng/

Kabar Gembira, Ada Diskon 10 Persen Bagi Pengguna e-Toll

Sejak Senin (4/9/2017), PT Jasa Marga (Persero) melalui PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku operator Tol Semarang-Solo menjalankan program diskon tarif

Kabar Gembira, Ada Diskon 10 Persen Bagi Pengguna e-Toll
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA/dok
Spanduk pemberitahuan tanggal pemberlakuan transaksi nontunai terpasang di gerbang tol Manyaran, Semarang, Rabu (30/8/2017). PT Trans Marga Jateng beri diskon tarif tol 10 persen bagi pengguna e-toll 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Sejak Senin (4/9/2017), PT Jasa Marga (Persero) melalui PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku operator Tol Semarang-Solo menjalankan program diskon tarif tol 10 persen bagi mereka pengendara yang menggunakan uang elektronik dalam bertransaksi di ruas tol itu.

Sebagai informasi, di Jawa Tengah, setidaknya ada Ruas Tol Semarang Seksi A, B, C, dan Semarang-Solo atau di Seksi I Semarang-Ungaran serta Seksi II Ungaran-Bawen. Diskon atau potongan tarif itu berlaku hingga Minggu (10/9/2017) mendatang.

“Misal tarif Golongan I untuk di Gerbang Tol (GT) Banyumanik normalnya Rp 7.000 per kendaraan. Selama periode itu peroleh potongan Rp 700 atau hanya cukup membayar Rp 6.300 per kendaraan. Lalu di Gerbang Tol Bawen normalnya Rp 7.500 per kendaraan menjadi Rp 6.750 per kendaraan,” jelas Manager Operasional dan Teknik PT TMJ Fauzi Abdurrahman.

Dan sebagai penekanan, lanjutnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (6/9/2017), program diskon 10 persen tersebut berlaku dan secara otomatis terpotong jika mereka membayarnya menggunakan e-Toll maupun e-Money. Apabila dilakukan secara tunai, tidak berlaku.

Menurutnya, sesuai tujuan awal, program tersebut dimaksudkan sebagai upaya pihaknya dalam mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Dan secara konkretnya, mulai 31 Oktober 2017 mendatang, seluruh transaksi pembayaran tarif di GT yang dikelola Jasa Marga serta kelompok usahanya diterapkan 100 persen transaksi non tunai.

“Di tempat kami, sebagai contoh untuk transaksi non tunai di GT Bawen, rata-rata baru sekitar 33 persen per hari. Adapun total transaksi baik itu tunai maupun non tunai di GT tersebut sekitar 17.871 kendaraan per hari. Lalu untuk melayani transaksi non tunai, di gerbang tersebut sejauh ini buka Gardu Transaksi Otomatis sebanyak 2 gardu,” terangnya.

Sementara, lanjutnya, untuk Gardu Transaksi Tunai sebanyak 8 gardu. Ketika sudah 100 persen transaksi non tunai itu diterapkan, seluruh gardu baik itu yang masuk maupun keluar tol akan menjadi Gardu Transaksi Otomatis.

“Hal serupa juga kami terapkan nantinya di GT Salatiga. Meskipun baru akan dioperasionalkan, nantinya akan diterapkan. Tetapi sembari menunggu itu, diresmikan sebelum 31 Oktober 2017, sementara kami terapkan 4 gardu otomatis yang hendak masuk ke tol dan 2 gardu yang keluar tol. Untuk layanan tunai hanya disediakan 2 gardu dan hanya untuk exit,” paparnya.

Terpisah, AVP Corporate Communication PT Jasa Marga Dwimawan Heru mengutarakan, program diskon 10 persen itu berlaku di seluruh ruas tol yang selama ini dikelola Jasa Marga, satu di antaranya juga PT TMJ sebagai kelompok usahanya.

“Tujuan adanya program itu utamanya adalah untuk mendorong masyarakat berpindah dari transaksi tunai menuju ke non tunai. Ini pula bakal sejalan dengan penerapan 100 persen transaksi non tunai di jalan tol yang berlaku mulai 31 Oktober 2017 mendatang. Kalau ditanya untuk atau tidak, kami pastikan menguntungkan. Karena lebih cepat, mudah, dan praktis,” terang Heru. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help