TribunJateng/

Saat Penyandang Tuna Netra Ikut Lomba Lari, Begini Perasaannya . . .

Sekira 62 penyandang difabel mengikuti kejuaraan para atletik tingkat Kabupaten Kendal di Stadion Kendal, Rabu (6/9/2017).

Saat Penyandang Tuna Netra Ikut Lomba Lari, Begini Perasaannya . . .
TRIBUN JATENG/DINI SUCIATININGRUM
Penyandang difabel mengikuti lomba lompat jauh dalam kejuaraan Para Atletik Tingkat Kabupaten Kendal di Stadion Kendal, Rabu (6/9/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sekira 62 penyandang difabel mengikuti kejuaraan para atletik tingkat Kabupaten Kendal di Stadion Kendal, Rabu (6/9/2017).

Perlombaan yang kali pertama diadakan disambut antusias peserta.

Slamet Akhmad misalnya, penyandang tuna netra ini senang bisa mengikuti lomba lari meski memiliki keterbatasan

Kendati demikian, dia sempat takut saat memulai perlombaan.

Baca: Sekda Jateng Pastikan Demo Kepung Candi Borobudur Batal, Diganti Kegiatan Ini

"Saya gak terbiasa lari dan gak pernah ikut lomba lari jadi takut kalau jatuh atau nabrak soalnya saya gak bisa bayangin bentuk stadion ini gimana, " ujarnya.

Ketua panitia Kejuaraan Para Atletik tingkat Kabupaten Nina Dewi Nur Chipayana menjelaskan perlombaan tersebit diikuti 62 penyandang difabel dari 6 SLB dan PERTUNI di Kabupaten Kendal.

Nina mengatakan perlombaan tersebut bertujuan mencari bibit baru yang nantinya akan dibina dan dikirim ke perlombaan tingkat provinsi.

Ia menambahkan tiga jenis lomba yang diikuti penyandang difabel yakni tolak peluru, lomba lari, dan lompat jauh.

Semua lomba dilakukan satu hari dan disesuaikan kondisi peserta.

Baca: Bakal Kena Gusur, Warga Kadipiro Solo Minta Tanahnya Dihargai Segini

"Seperti lomba lari, tiap peserta memegang tali serta didampingi satu orang, sedangkan lompat jauh yang diikuti tuna rungu memakai bendera sebagai kode, " jelasnya. (*)

Penulis: dini
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help