TribunJateng/

KRISIS ROHINGYA

Antisipasi Aksi, Polres Semarang Jaga Ketat Tempat Ibadah Umat Budha

Kapolres Semarang, AKBP V Thirdy Hadmiarso melarang adanya aksi di tempat-tempat ibadah umat Budha di kabupaten Bumi Serasi.

Antisipasi Aksi, Polres Semarang Jaga Ketat Tempat Ibadah Umat Budha
Istimewa/Humas Polres Semarang
Kapolres Semarang AKBP Thirdy Hadmiarso (tengah) memberikan SIM gratis kepada warga Semarang yang lahir tanggal 17 Agustus, Jumat (18/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kapolres Semarang, AKBP V Thirdy Hadmiarso melarang adanya aksi di tempat-tempat ibadah umat Budha di kabupaten Bumi Serasi.

Larangan tersebut, dipaparkannya, merupakan himbauan langsung dari Kapolri.

Baca: HARAP BERSABAR! Pembetonan Jalan Kolonel HR Hadijanto Gunungpati Selesai November

"Larangan adanya aksi demo terkait konflik di Rohingya merupakan instruksi langsung dari Kapolri. Jadi tidak boleh ada demo di tempat ibadah Umat Budha, baik di Borobudur maupun yang ada di wilayah lainnya, termasuk Kabupaten Semarang," kata Thirdy, Kamis (7/9/2017).

Pihaknya juga akan melakukan penjagaan di sejumlah tempat peribadatan umat Budha di Kabupaten Semarang.

Baca: Akhwan-Hadi Deklarasikan Diri Jadi Calon Independen di Pilkada Kudus, Tapi Masih Daftar Parpol

"Penjagaan dilakukan mulai hari Kamis hingga hari Sabtu (7-9/9/2017)," sambung Kapolres.

Kapolres juga menghimbau supaya warga Kabupaten Semarang tidak ikut aksi terkait konflik Rohingya, yang rencananya akan dilakukan disekitaran Candi Borobudur, Jumat (8/9/2017) besok.

"Kami akan menghalau pergerakan masa terutama di perbatasan antara Kabupaten Semarang dengan Magelang. Karena sesuai instruksi Kapolri, ada indikasi aksi tersebut ditunggangi pihak yang ingin memecah keutuhan NKRI," tandasnya. (*)

Penulis: suharno
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help