TribunJateng/

Krisis Rohingya

Kapasitas Masjid 1.500 Orang, Kapolda Jateng: Jangan Orasi di Tempat Ibadah

"Kita tidak ingin under estimate, kita harus selalu siap, langkah-langkah pendekatan pada seluruh ormas yang akan ikut serta sudah kita lakukan,"

Kapasitas Masjid 1.500 Orang, Kapolda Jateng: Jangan Orasi di Tempat Ibadah
tribunjateng/dok
Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono Pihaknya pun siap menindak tegas, jika ditemukan oknum, atau kelompok, yang melakukan provokasi, serta melontarkan ujaran kebencian pada golongan lain 

TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - Meski aksi solidaritas Rohingya pada Jumat (8/9) tidak jadi digelar di Candi Borobudur, Magelang, pihak kepolisian dipastikan tetap melakukan pengamanan secara maksimal, terutama di sekitaran bangunan peninggalan Dinasti Sailendra itu.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, usai memimpin gelar pasukan di Mapolres Magelang, Kamis (7/9). Ia menyatakan kesiapannya, untuk mengamankan jalannya aksi yang dipindahkan ke Masjid An-Nur, Kecamatan Sawitan.

"Kita tidak ingin under estimate, kita harus selalu siap, langkah-langkah pendekatan pada seluruh ormas yang akan ikut serta sudah kita lakukan," katanya.

Menurut Condro, seluruh bupati, wali kota, Dandim dan Kapolres di Jawa Tengah, sudah mengakomodir kegiatan shalat Jumat, sekaligus shalat gaib, doa bersama dan penggalangan dana untuk korban tragedi kemanusiaan Rohingya di masjid agung, di setiap wilayah.

Pihaknya pun sudah mencapai kesepakatan dengan pegiat aksi solidaritas Rohingya di Magelang, untuk menggelar kegiatan serupa di Masjid An-Nur, sekaligus membatalkan aksi di Candi Borobudur, yang beberapa waktu lalu sempat memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

"Akan tetapi, Masjid An-Nur kapasitasnya hanya sekitar 1.500, saat Jumatan biasa saja sudah penuh. Karenanya, kita imbau kepada warga di luar Magelang, untuk melakukan shalat Jumat wilayah masing-masing. Toh, kegiatannya sama dengan di kota atau kabupaten lain, ada shalat gaib dan penggalangan dana juga," terangnya.

Walau begitu, lanjut Condro, pihaknya tidak bisa melarang jika ada personal atau rombongan dari daerah lain, yang hendak melaksanakan shalat Jumat di Magelang. Asalkan, jamaah bisa menerima konsekuensi jika Masjid An-Nur nantinya tidak cukup menampung selurunya yang hadir.

"Larangan kita adalah untuk aksi di Candi Borobudur. Silakan kalau mau shalat Jumat di sini (Magelang), boleh saja, rombongan sekalipun. Tapi, kalau masjidnya penuh, ya shalatnya di luar," jelasnya.

Condro juga memperingatkan, agar tidak membawa spanduk maupun atribut-atribut berbau aksi, atau unjuk rasa, dalam kegiatan nanti. Pihaknya pun siap menindak tegas, jika ditemukan oknum, atau kelompok, yang melakukan provokasi, serta melontarkan ujaran kebencian pada golongan lain.

"Aturannya, rumah ibadah tidak boleh untuk aksi. Tidak ada orasi, kalau di masjid adanya ya khotbah. Semua bentuk pelanggaran, akan kami tindak tegas," ucapnya. (tribunjogja/aka)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help