Massa Sopir Taksi Paksa Ketemu Gubernur, Ini Ancaman Mereka Bila Tak Dipenuhi

Perwakilan massa pendemo yang ikut dalam mediasi memaksa agar dapat bertemu dengan gubernur Jawa tengah, Ganjar Pranowo

Massa Sopir Taksi Paksa Ketemu Gubernur, Ini Ancaman Mereka Bila Tak Dipenuhi
Tribun Jateng/hermawan handaka
Ratusan pengemudi Taxi yang tergabung dalam Forum Komunikasi Taxi Jawa Tengah menolak keberadaan Taxi online yang beroperasi di Jawa Tengah, Kamis (7/9). Mereka menuntut Kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk menertibkan keberadaan Taxi online. (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka) 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mediasi antara massa demonstrasi dengan pemerintah provinsi belum mendapatkan titik terang.

Perwakilan massa pendemo yang ikut dalam mediasi memaksa agar dapat bertemu dengan gubernur Jawa tengah, Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo tidak dapat menghadiri mediasi dan bertemu dengan perwakilan massa pendemo karena sedang berada di Jakarta menghadiri Rakor pembinaan Samsat dan penandatanganan nota kesepahaman e-Samsat Nasional.

Barianto gunung, sopir Sakura Taksi dari Kota Surakarta menuturkan akan bertahan jika belum bertemu dan mendapatkan solusi dari Ganjar.

"Kami minta kejelasan sebelum kembali ke Solo, kami sudah jauh-jauh, sudah kesini iuran untuk bensin dab kebutuhan lainnya, kalau pulang dengan tangan kosong ya saya bisa digebukin sama teman-teman di solo," paparnya.

Ratusan pengemudi Taxi yang tergabung dalam Forum Komunikasi Taxi Jawa Tengah menolak keberadaan Taxi online yang beroperasi di Jawa Tengah, Kamis (7/9). Mereka menuntut Kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk menertibkan keberadaan Taxi online. (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka)
Ratusan pengemudi Taxi yang tergabung dalam Forum Komunikasi Taxi Jawa Tengah menolak keberadaan Taxi online yang beroperasi di Jawa Tengah, Kamis (7/9). Mereka menuntut Kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk menertibkan keberadaan Taxi online. (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka) (Tribun Jateng/hermawan handaka)

Ia menjelaskan massa siap menginap apabila tidak dapat bertemu dengan gubernur.

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi menuturkan batas maksimal pendemo menyampaikan orasi sampai pukul 18.00.

"Semoga tidak sampai pukul segitu," paparnya.

Setelah dua jam bermediasi akhirnya muncul sebuah titik temu.

Asisten Ekonomi Pembangunan, Priyo Anggoro telah berkomunikasi dengan gubernur Jawa tengah.

Ia menjelaskan para perwakilan pendemo dapat ditemui dengan gubernur pada, Jumat (08/09/2017) pukul 16.00 WIB.

(*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help