TribunJateng/

Kelanggkaan Elpiji 3 Kg

Perjuangan Rusilawati Berburu Elpiji 3 Kg hingga Akhirnya Menyerah, Lalu Lakukan Ini

Di beberapa hari terakhir ini pula dirinya sudah berusaha untuk membeli ke beberapa warung. Tetapi hasilnya selalu nihil

Perjuangan Rusilawati Berburu Elpiji 3 Kg hingga Akhirnya Menyerah, Lalu Lakukan Ini
Tribun Jateng/Deni Setiawan
Petugas pangkalan gas elpiji 3 kilogram sedang menyusun gas untuk dikirim ke beberapa pelanggan, Jumat (8/9/2017) di Pangkalan Anandhi Putra Dusun Krajan Desa Kelurahan Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang. Pasca Lebaran 2017 ini, jatah di nyaris seluruh pangkalan berkurang sekitar 15 persen per harinya. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Rusilawati (42) warga Kelurahan Ledok Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga sudah hampir empat hari ini kehabisan gas elpiji 3 kilogram di rumahnya.

Di beberapa hari terakhir ini pula dirinya sudah berusaha untuk membeli ke beberapa warung. Tetapi hasilnya selalu nihil.

“Di warung-warung juga kehabisan stok. Saya cari hingga ke daerah sekitar Pasar Rejosari Kecamatan Sidomukti pun tidak ada yang jual. Ke beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) juga tidak ada. Ketika ke pangkalan gas elpiji, petugasnya menolak melayani,” ucap ibu dua anak itu kepada Tribun Jateng, Jumat (8/9/2017).

Menurutnya, kondisi susahnya membeli gas elpiji yang baginya sudah menjadi kebutuhan pokok tersebut dialami sejak sebulan terakhir ini.

Dirinya bahkan ketika itu harus bersusah payah ke daerah lain di Tengaran Kabupaten Semarang hanya untuk memperoleh satu tabung elpiji 3 kilogram itu.

“Kemarin ke sana lagi, ternyata juga habis. Akhirnya ya kami putuskan untuk sementara memasak gunakan tungku kayu bakar. Cari kayu di kebun-kebun agar bisa masak di tungku yang dibuat dari susunan bata merah. Kalau pun bosan, kami pilih jajan atau beli yang sudah matang di warung,” ucapnya.

Susahnya memperoleh elpiji 3 kilogram juga dialami Arifin (49) warga Blotongan Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga. Demi untuk mendapatkan satu tabung elpiji itu, dirinya harus mencari hingga ke Bawen Kabupaten Semarang.

“Biasanya sih cukup di warung dekat rumah. Tetapi tidak ada stok atau kehabisan dan bilangnya belum peroleh kiriman hingga seminggu ini. Kalau biasanya harga Rp 16 ribu per tabung, terakhir saya beli harganya sudah Rp 20 ribu per tabung. Ya mau bagaimana lagi, mau tidak mau, karena sangat butuh untuk istri masak,” terangnya. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help