Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tinggal di Kandang Sapi, Begini Kondisi Ekonomi Satu Keluarga Ini

Karena himpitan perekonomian, Suryanto beserta istri dan satu orang anaknya harus tinggal di bekas kandang sapi.

Editor: bakti buwono budiasto
TRIBUN PEKANBARU
Bekas kandang sapi digunakan Suryanto, warga Desa Kampung Pulau, Singkayang, Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu ini digunakan sebagai tempat tinggal dirinya bersama istri dan seorang anaknya, Kamis (7/9/2017). 

TRIBUNJATENG.COM - Sungguh memprihatinkan nasib keluarga Suryanto (30), warga Desa Kampung Pulau Singkayang, Kecamatan Rengat.

Karena himpitan perekonomian, Suryanto beserta istri dan satu orang anaknya harus tinggal di bekas kandang sapi.

Informasi soal keluarga tak mampu ini sebelumnya sudah tersebar di media sosial.

Kamis (7/9/2017) pagi, Tribunekanbaru.com bersama mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Indragiri, Jefri menyempatkan untuk mengunjungi rumah Suryanto yang dahulunya merupakan bekas kandang sapi itu.

Baca: MIRIS! Bocah 3 Tahun Ini Saksikan Langsung Pembunuhan Ibunya, Katanya: Mami Mati Didor Abi

Berjarak sekitar lima kilometer dari pusat Kecamatan Rengat, melewati perkampungan warga di Desa Kampung Pulau, menelusuri jalan beton yang hanya bisa dilewati sepeda motor kami tiba di rumah Suryanto.

Pertama kali sampai, tampak jelas bangunan yang terbuat dari kayu tua berukuran empat kali lima meter beratap rumbia yang merupakan tempat tinggal Suryanto bersama keluarganya.

Di sekelilingnya tumbuh pohon kelapa sawit berumur kisaran delapan hingga sepuluh tahun.

Tentu itu bukan milik mereka, karena mereka hanya menumpang di atas tanah dan bekas kandang sapi itu.

Saat mengetahui mendapatkan tamu, Suryanto beserta istrinya langsung menyalami kami.

Baca: Jokowi pun Puji Penampilan Timnas U-19 Saat Bantai Filipina, Begini Katanya

Tangannya lengket dan menghitam karena getah, katanya baru mengupas pinang.

Menjadi pengupas pinang merupakan pekerjaan sehari-hari Suryanto, kadang ia juga membersihkan kebun orang dan mencari kayu bakar.

Pekerjaan itu ia lakukan agar bisa membeli beras dan kebutuhan keluarganya.

"Di sini kami hanya menumpang pak, upah mengupas pinang dari Paman saya," katanya.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved