TribunJateng/

Krisis Rohingya

TNI Angkatan Darat Siap Kirim Pasukan ke Myanmar

TNI Angkatan Darat menyatakan siap mengirim pasukan ke Myanmar untuk membantu etnis Rohingya yang mendapat kekerasan. Namun kebijakan pengiriman pasuk

TNI Angkatan Darat Siap Kirim Pasukan ke Myanmar
Istimewa
Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Tatang Sulaiman, menyalami prajurit Kodam IV Diponegoro saat halalbihalal di Lapangan Makodam IV Diponegoro, Senin (3/7/2017). 

TRIBUNJATENG.COM - TNI Angkatan Darat menyatakan siap mengirim pasukan ke Myanmar untuk membantu etnis Rohingya yang mendapat kekerasan. Namun kebijakan pengiriman pasukan itu wewenang Mabes TNI.

"Kalau untuk pengiriman pasukan ke Myanmar, itu kan tugas Mabes TNI, yang pasti TNI AD hanya menyiapkan pasukannya," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad), Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh, Jumat (7/9).

Menurutnya, TNI AD hanya berlatih melakukan tugas sesuai perintah dari Panglima TNI. Semua kewenangan mengikuti aturan yang diperintahkan. "Kita hanya berlatih, apa pun tugas yang akan kita lakukan sesuai dengan perintah dari Panglima TNI. Kita harus siap, jadi kita tidak punya kewenangan AD tidak mengirim pasukan ya tidak," ujarnya.

TNI AD siap melaksanakan tugas jika diperintahkan. Namun hingga kini belum ada perintah untuk mengirim pasukan ke Rakhine, Myanmar. "Tapi sekali lagi, yang ingin saya tekankan Angkatan Darat selalu siap, mau jadi apa saja, apa yang menyangkut di negara ini. Pemerintah mengambil keputusan politik untuk mengerahkan Angkatan Darat ya kita siap," tegasnya.

Terkait pengamanan perbatasan yang akan dimasuki oleh pengungsi Rohingya, Alfret mengatakan pasukannya sudah diberi pembinaan. Taktik serta teknik untuk mengamankan wilayah perbatasan sudah diberikan kepada masing‑masing pasukan.

"Kita menyiapkan pasukan kita untuk melaksanakan tugas termasuk di daerah‑daerah perbatasan. Daerah‑daerah yang dianggap rawan. Pada saat sebelum mereka melaksanakan tugas, kita berikan dia pengetahuan‑pengetahuan itu bagaimana taktik, teknik bagaimana mengamankan wilayah," katanya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi memastikan, bantuan pemerintah Indonesia untuk warga Rohingya di Myanmar akan didistribusikan. Dijelaskan, saat ini jumlah pengungsi Rohingya yang masuk ke wilayah Bangladesh terus bertambah. "Kita sudah menugaskan Dubes RI di Banglades, Rina Soemarno, untuk menindaklanjuti apa yang diperlukan saat ini oleh para pengungsi," ujar Retno.

Lanjutnya, tenda segala musim sangat diperlukan saat ini karena tenda yang tersedia sudah tidak mencukupi. "Sudah ada beberapa kebutuhan yang masuk dan rencananya sudah disiapkan. Sesuai arahan Presiden, kita akan segera upayakan segera mengirimkan bantuan itu karena mereka dalam posisi sangat membutuhkan, baik tenda, food, maupun air minum," kata Retno.

Dia mengaku diperintahkan Presiden Jokowi untuk membantu penanganan masalah kemanusiaan yang muncul akibat konflik di Rakhine State, Myanmar. Sebelumnya, Retno berkunjung ke Bangladesh membahas langsung mengenai masalah pengungsi Rohingya. "Apa yang bisa dilakukan Indonesia untuk meringankan beban Pemerintah Banglades dalam menampung pengungsi dari Rakhine State yang setiap hari datang," ujar Retno.

Retno mengaku dirinya diutus khusus presiden untuk membahas masalah pengungsi itu. "Saya juga melakukan pertemuan dengan UNHCR dengan IOM di Banglades. Tahun lalu saya berada di kamp pengungsi yang ada di perbatasan antara Myanmar dan Bangladesh dan mengenal semua," ungkap Retno

Menurut Retno, Banglades mengapresiasi dukungan Indonesia untuk penanganan masalah pengungsi Rohingya itu. "Hubungan bilateral yang baik antara Myanmar dan Bangladesh merupakan keharusan, karena tanpa itu maka isu terkait pengungsi pengelolaan perbatasan dan sebagainya tidak akan dapat dilakukan dengan baik," kata Retno. (Tribun Network/rin/rek/dtc/kcm/yat)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help