TribunJateng/

Juara Kelas Itu Lumpuh Sejak Delapan Bulan Lalu Setelah Digigit Ular Weling

Ananda Yue Riastanto tak bisa beraktivitas sejak awal Januari lalu. Delapan bulan lebih dia hanya terbaring setelah digigit ular weling.

Juara Kelas Itu Lumpuh Sejak Delapan Bulan Lalu Setelah Digigit Ular Weling
KOMPAS.com/Teuku Muh Guci S
Sugiyanto (33) memangku Ananda Yue Riastanto (8) di teras rumahnya di RT 27/14 Pedukuhan Dhisil, Desa Salamrejo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Sabtu (9/9/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, YOGYAKARTA - Ananda Yue Riastanto duduk di atas pangkuan ayahnya, Sugiyanto (33), di teras rumah mereka di RT 27 RW 14 Pedukuhan Dhisil, Desa Salamrejo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Sabtu (9/9/2017). Bocah berusia 8 tahun itu itu hanya terdiam meski Sugiyanto menggoyangkan badannya dan mengajaknya bicara.

Kondisi Ananda tidak seperti bocah seusianya. Bobot badannya hanya berkisar 18 kilogram dengan tinggin 112 meter. Tubuhnya terlihat lemas meski kedua telapak tangannya mengepal.

Sesekali, bocah itu mengeluarkan suara menyerupai dengkuran. Suara itu menjadi respons saat berinteraksi dengan orang di sekitarnya.

Mata Ananda terlihat terbelalak tajam ke arah depan. Di hidungnya terpasang selang kecil yang berfungsi menyalurkan asupan makanan. Ananda memang tidak bisa menerima makanan dari mulut.

Anak semata wayang Sugiyanto dan Deni Rianingsih (32) itu didiagnosa terkena ensepalofati atau kerusakan otak besar. Dia pun mengalami kelumpuhan dan tidak mampu berbicara. Penyakit ini diderita setelah bocah yang memiliki hobi membaca buku itu digigit ular "weling".

"Kejadiannya 5 Januari 2017 pukul 03.00 WIB," ujar Sugiyanto ketika bercerita di kediamannya.

(Baca: BIKIN TRENYUH! Bocah 12 Tahun Asal Wonosobo Ini Rawat Ayahnya Yang Lumpuh)

Sugiyanto menceritakan, peristiwa itu terjadi ketika Ananda sedang terlelap di kamar. Tiba-tiba, Ananda terbangun dan langsung memberitahu bahwa kakinya digigit ular. Sugiyanto pun melihat gigitan ular membekas di telunjuk kaki kiri anaknya. Ananda langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

"Awalnya ke rumah sakit di Wates, paginya baru dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Sardjito," ucap Sugiyantom di rumahnya yang beratap seng dan berdinding batako itu.

Meski sudah mendapatkan pertolongan, kondisi Ananda tak kunjung membaik. Awalnya, Ananda hanya merasa mual sampai akhirnya tubuhnya menjadi kaku yang diduga pengaruh bisa dari ular weling itu. Sejak saat itu, Ananda harus menjalani perawatan intensif di RSUP Sardjito.

Halaman
123
Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help