TribunJateng/

Dugaan Korupsi eKTP

Mahkamah Agung Jamin Gugatan Praperadilan Setya Novanto Ditangani secara Objektif

Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Mahkamah Agung, Abdullah, menjamin, hakim yang menangani gugatan praperadilan Setya Novanto objektif.

Mahkamah Agung Jamin Gugatan Praperadilan Setya Novanto Ditangani secara Objektif
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seusai diperiksa sebagai saksi dugaan korupsi e-KTP di Jakarta, Jumat (14/7/2017). Senin (17/7/2017), KPK menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus tersebut. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Mahkamah Agung, Abdullah, menjamin, hakim yang menangani gugatan praperadilan Ketua DPR Setya Novanto akan bertindak objektif.

Hakim tunggal yang akan mengadili gugatan Setya Novanto adalah Chepy Iskandar.

"Kalau independensi hakim, dijamin di sini (MA), itu dijaga," ujar Abdullah di gedung MA, Jakarta, Jumat (8/9/2017).

Abdullah mengingatkan, pengajuan praperadilan adalah hak setiap warga negara.

"Mau terkabul dan tidak, itu haknya warga negara. Masalah terbukti atau tidak, itu kan soal nanti," kata Abdullah.

(Baca: Ditetapkan Jadi Tersangka e-KTP, Setya Novanto Gugat KPK)

"Jadi, berikan keleluasaan dan kebebasan kepada hakim memeriksa. Saya rasa, kalau kita sama-sama objektif, akan mendapatkan hasil yang objektif juga," tambah Abdullah.

Setya Novanto, secara resmi mendaftarkan gugatan praperadilan melawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Praperadilan diajukan atas penetapan Setya Novanto sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Rencananya, sidang perdana praperadilan akan digelar pada Selasa (12/9/2017), dengan agenda mendengarkan gugatan pemohon.

Halaman
12
Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help