TribunJateng/

success story

Gunawan Budi Santoso Bikin Terobosan Layanan Efisien di Era Digital

Di tangan Gunawan Budi Santoso, Kepala Kanwil BCA wilayah II Jateng dan DI Yogyakarta, terus mendorong BCA menjadi bank yang bisa menjawab kebutuhan

Gunawan Budi Santoso Bikin Terobosan Layanan Efisien di Era Digital
tribunjateng/raka f pujangga
Gunawan Budi Santoso, Kepala Kanwil BCA wilayah II Jateng dan DI Yogyakarta 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Era digital yang sangat cepat mendorong sejumlah perusahaan untuk beradaptasi. Begitu pula yang dilakukan PT Bank Central Asia (BCA) yang harus ikut bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Di tangan Gunawan Budi Santoso, Kepala Kanwil BCA wilayah II Jateng dan DI Yogyakarta, terus mendorong BCA menjadi bank yang bisa menjawab kebutuhan masyarakat. Berikut petikan wawancara dengan wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga:

Bagaimana cerita awalnya tertarik masuk dalam dunia perbankan?
Saya dulu sekolah di bidang teknik mesin, awalnya bekerja masih sesuai bidang di anak perusahaan Astra yang bagian suku cadang. Setelah itu, saya juga pernah bekerja di perusahaan kayu. Waktu itu saya menangani soal ekspor impor, dari situ tertarik masuk bank. Ternyata lumayan juga kerja di bank, dan saat itu saya masuk untuk posisi management trainee (MT) tahun 1991.

Setelah masuk dalam dunia perbankan apa yang anda rasakan?
Di sini saya bisa mengenal banyak orang dari nasabah dan sebagainya. Berbeda dengan bekerja di pabrik yang hubungannya cuma dengan mesin. Sedangkan di lingkungan perbankan, bisa bekerja di dalam cabang dan di luar‎‎ cabang. Dan banyak pengalaman yang sudah dilalui selama 26 tahun ini saya di sini.

================BIODATA================
Nama Lengkap : Gunawan Budi Santoso
Tempat, tanggal lahir :‎ Jakarta 20 Oktober 1963
Hobi : mengoleksi mercedes benz
Latar belakang pendidikan :
Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta
Moto hidup : Segala sesuatu sudah digariskan, sehingga jangan membawa sesuatu menjadi beban. Namun jangan lupa sukses itu, 70 persen kerja keras, 30 persen takdir Tuhan
=======================================

Apa kendala awal saat bekerja di perbankan?
Kendalanya, mungkin lebih kepada pengetahuan baru saja yang berbeda dibandingkan tempat bekerja saya sebelumnya.
Tapi saat itu juga ada pendidikan di dalam kelas, sehingga banyak juga pengetahun baru yang diperoleh.
Apalagi untuk saya yang sudah pernah bekerja, ketika harus belajar dari awal lagi tentu sedikit mengganggu. Tapi dilalui saja.

Apa tantangan‎nya saat ini memimpin ribuan pegawai BCA di Jateng DIY?
Saat ini tantangannya adalah dunia sekarang berubah sangat cepat, terutama pada sisi teknologi informasi.
Bisa kita lihat, bagaimana taksi online itu membuat taksi konvensional membuat kesulitan. Pedagang juga menjadi kesulitan karena banyak pedagang online atau e-commerce.
Padahal customer BCA paling banyak adalah pedagang yang sekarang sudah mulai berubah kondisinya.
Jika dulu pedagang ada yang punya gudang atau toko, sekarang mainnya sudah kee-commerce.

Bagaimana cara anda menyikapi hal tersebut?
Kita harus paham, terhadap perkembangan zaman saat ini. Maka kami juga harus banyak melakukan pelatihan untuk bisa menghadapi era ini. Apa yang didapat selama belajar di sini, kami ingin semua insan BCA tetap menjadi nomor satu di mata masyarakat.

Bagaimana solusi anda untuk menjawab tantangan saat ini?
Pendeka‎tannya yang kami lakukan adalah dengan membuat pelatihan dan assesment secara internal.
Kami juga sekarang ini sering mengadakan pelatihan untuk fintech (finance technology) untuk membantu pemain e-commerce.
Jika sekarang ini aplikasi e-commerce dan bank masih terpisah. Jadi setelah berbelanja, kita harus buka Klik BCA untuk membayarnya. Nanti ke depannya, kami sinkronkan, jadi tidak perlu buka Klik BCA. Karena pada situs e-commerce sudah tersedia pilihan untuk langsung melakukan pembayaran.

Apa target Anda menghadapi era digital saat ini?
Bagi kami, dengan keberadaan semua yang serba digital, sekarang transaksi makin efisien. Sejauh ini sudah berjalan sukses karena transaksi di bank sudah berkurang jumlahnya.
Saat ini, dominasi transaksi keuangan sudah beralih ke e-banking. Sedangkan transaksi di bank hanya tersisa single digit per hari. Kalau kita bandingkan transaksi e-banking itu bisa 10 kali lipatnya dibanding transaksi daatang langsung ke bank.
Hal ini tentunya membuat biaya lebih murah, tidak perlu ke bank, dan transaksi keuangan menjadi lebih mudah.

Melihat semakin ketatnya persaingan bisnis pembiayaan, strategi seperti apa yang dilakukan untuk berkompetisi?
Kita harus pahami dulu, kalau bank lain melakukan sesuatu jangan hanya menganggap itu sebagai persaingan.
Semakin banyak bank yang berinovasi dalam bidang Fintech itu bukanlah hal yang negatif, tetapi justru positif.
Karena berarti semakin mudah juga nasabah untuk memilih layanan, dan bagi kami itu bisa ‎untuk menunjukkan yang terbaik.

Bagaimana rencana anda ke depannya untuk mengembangkan BCA?
Kalau saya, yang penting mendidik atau melatih menanamkan nilai-nilai BCA. BCA itu menanamkan kekeluargaan, prinsipnya jaga integritas yang terbaik dengan masyarakat.
Semua direksi sudah menunjukkan itu, misalnya omongan dengan direksi pun biasa saja, tidak harus bersikap tertentu karena kita keluarga.
Sama halnya saat kita menampilkan hadiah rumah di iklan, pasti gambar rumah yang dipasang itu betul hadiahnya.
Tidak hanya asal pasang gambar, tetapi kami juga memahami benar kebutuhan yang diinginkan nasabah.

Bagaimana caranya menyiasati untuk menambah nasabah?
Untuk menambah nasabah, sisi layanan menjadi sangat penting. Prinsipnya seperti pemilik restoran.
Anda puas, beritahu teman-teman. Kalau tidak puas silakan sampaikan keluhannya kepada kami.
Satu terobosan yang kami buat di Jateng ini dengan e-branch. Jadi nasabah tidak perlu antre lagi saat datang ke bank.
Mau datang ke bank jam berapa, bisa langsung tanpa antre. Jateng belum ada, rencana mau kami kembangkan, yang nantinya bisa juga dimanfaatkan untuk semua cabang.

Apakah terobosan itu dibuat karena banyaknya keluhan nasabah soal itu?
Ya, jika dulu BCA dikenal sebagai Bank Capai Antre, sekarang sudah nggak lagi. Tapi jadi Bank Cepat Amat, karena kami memberikan layanan yang cepat bagi nasabah.
Habis jemput anak, nasabah mau datang pukul 9 tidak perlu antre. Dan kami adalah bank yang cepat melayani pelanggan.
Termasuk saat ATM (anjungan tunai mandiri) mengalami gangguan. Kami cepat memutuskan, dan kami berikan kebebasan biaya menggunakan ATM bersama.

Prins‎ip kerja seperti apa yang anda tanamkan kepada para pegawai?
Prinsip kerja pegawai, jangan berbuat kejahatan dan adanya niat baik dalam menyelesaikan pekerjaan.
Kemudian, omongan kita harus ditepati, jangan‎ ingkar janji. Dan saya juga memotivasi mereka, meskipun dianggap saya galak.
Tapi sebenarnya bukan galak, tapi dari pekerjaan yang baik hasilnya prestasi kerja. Bukan buat saya, tapi prestasi kerja buat mereka. (tribunjateng/cetak/raka f pujangga)

Penulis: raka f pujangga
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help