TribunJateng/

Melihat Kerajinan Tudung Saji dari Bambu di Mandiraja, Banjarnegara

Mereka menghadap bambu yang telah dipotong kecil-kecil dan rapi, juga tali dari pelepah tanaman untuk mengikat anyaman

Melihat Kerajinan Tudung Saji dari Bambu di Mandiraja, Banjarnegara
Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Suwarso menunjukkan produk jadi aneka kerajinan bambu di dusun Bantar desa Kertayasa Mandiraja 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Ada pemandangan berbeda di perumahan dusun Bantar, desa Kertayasa, Mandiraja. Setiap pagi, hampir setiap ibu rumah tangga hingga remaja putri duduk meringkuk di depan rumah.

Mereka menghadap bambu yang telah dipotong kecil-kecil dan rapi, juga tali dari pelepah tanaman untuk mengikat anyaman.

Turyati, warga RT 2 RW 2 Dusun Bantar Kertayasa mengerahkan cukup tenaga untuk membuat tudung saji. Ia menahan ujung kerangka dengan kaki agar kencang saat dianyam. Sementara tangannya sibuk menutup badan kerangka dengan irisan bambu, lalu menalinya kuat-kuat hingga bentuk saji sempurna.

Perajin menganyam tudung saji di rumahnya dusun Bantar desa Kertayasa Mandiraja Banjarnegara
Perajin menganyam tudung saji di rumahnya dusun Bantar desa Kertayasa Mandiraja Banjarnegara (Tribun Jateng/Khoirul Muzaki)

"Hampir setiap ibu rumah tangga di sini buat kerajinan. Lumayan bisa membantu suami dan sekolahkan anak,"katanya, Senin (11/9)

Dalam seminggu, Turyati mengaku bisa membuat sekitar 30 tudung saji. Alat rumah tangga itu dibeli oleh tengkulak yang beberapa hari sekali mendatangi rumah para pengrajin.

Tudung saji berukuran jumbo dihargai sekitar Rp 18 ribu oleh tengkulak. Sementara yang berukuran sedang dibeli seharga berkisar Rp 15 ribu .

Tudung saji karya perempuan desa ini sudah diakui mutunya. Tidak sembarang bambu rupanya bisa dipakai membuat tudung saji. Para pengrajin biasa memakai bambu wulung karena dianggap memiliki beberapa kaunggulan.

Mereka membelinya seharga Rp 17 ribu perbatang dari pasar bambu yang ada di desa. Pasar itu mendadak muncul seiring dengan tingginya permintaan bambu dari para pengrajin di desa.

"Bahan baku tidak jadi kendala. Karena selalu tersedia di pasar yang disuplai dari daerah luar,"katanya

Halaman
1234
Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help