TribunJateng/

Liputan Khusus

Perlu Pembinaan Berjenjang

Perlu Pembinaan Berjenjang. Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) punya peran penting dalam proses pembinaan dan pembibitan atlet.

Perlu Pembinaan Berjenjang
TRIBUN JATENG/DOK
HARTONO selaku Ketua KONI Jateng.

News Analysis oleh Hartono, Ketua KONI Jateng

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) punya peran penting dalam proses pembinaan dan pembibitan atlet. Dalam pembibitan dan pembinaan atlet, setidaknya ada tiga tingkatan: kadet, junior, dan senior. Nah, Popnas ini berada di fase junior.

Tak salah jika tiap-tiap wilayah ingin meraih medali sebanyak-banyaknya dalam ‎gelaran Popnas. Sebab, prestasi di Popnas menjadi satu tolak ukur keberhasilan pembibitan dan pembinaan atlet di tingkat junior.

Namun, harus disadari Popnas bukan merupakan satu-satunya tolak ukur prestasi. Sehingga, tak selayaknya demi meraih banyak medali kemudian memaksakan diri. Terlebih, menempuh dan menghalalkan segala daya dan upaya.

Bagaimana pembibitan dan pembinaan atlet di Jateng? Pembibitan dan pembinaan atlet di Jateng sebenarnya sudah cukup baik. Hanya, problemnya adalah kemudian tak ada pembinaan lebih lanjut, bagi atlet yang berprestasi atau punya potensi besar.

Biasanya, atlet-atlet Popnas ini kan tingkat SMA, nah setelah dia melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi atau bekerja di luar daerah, tak ada mekanisme pembinaan yang memadai untuk mereka.

Pembinaan untuk atlet pascamenempuh pendidikan setingkat SMA itu seharusnya menjadi tanggungngjawab pemerintah provinsi. Bagaimana caranya agar atlet-atlet potensial yang ada kemudian tidak lari atau 'dicuri' daerah lain.

Kalau atlet di tingkat SMP-SMA kita punya Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP), tapi untuk pembinaan di tingkat mahasiswa, misalnya, kita masih kerepotan.

Jika pemerintah punya dana, alangkah lebih baik jika kemudian dibangun Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa (PPLM), tapi kalau dana terbatas ya serahkan pembinaannya ke masing-masing cabang olahraga, tapi tentu tetap harus diperhatikan dan disupport secara serius.

Apapun mekanisme pembibitan dan pembinaan yang akan ditempuh pemerintah, tergantung situasi dan kondisi. Tetapi yang jelas harus ada follow-up, pasca Popnas ini.
Kalau atlet yang berprestasi kemudian memilih untuk kuliah atau bekerja di luar Jateng, ya sudah sulit. (tribunjateng/cetak/tim lipsus)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help