TribunJateng/

Dari Penjual Nasi Padang, Halimah Yacob Jadi Presiden Wanita Pertama di Singapura

Halimah Yacob mengukir sejarah setelah terpilih menjadi presiden wanita pertama Singapura, Senin (11/9/2017).

Dari Penjual Nasi Padang, Halimah Yacob Jadi Presiden Wanita Pertama di Singapura
TODAY SINGAPORE/Nuria Ling
Presiden terpilih Singapura Halimah Yacob. 

TRIBUNJATENG.COM, SINGAPURA - Halimah Yacob mengukir sejarah setelah terpilih menjadi presiden wanita pertama Singapura, Senin (11/9/2017).

Kemenangan Halimah dipastikan setelah dia menjadi satu-satunya bakal calon presiden yang diloloskan Komite Pemilihan Presiden, seperti dilaporkan The Straits Times.

Dua bakal calon lain, yaitu pengusaha Farid Khan dan Salleh Marican, gagal memenuhi kriteria yang ditetapkan untuk menjadi calon resmi.

Dengan dirinya menjadi satu-satunya bakal capres yang dapat berlaga, dipastikan, Halimah menang dengan walkover di hari nominasi yang akan digelar Rabu (13/9/2017). Pilpres Singapura yang dijadwalkan digelar Sabtu (23/9/2017) pun tak perlu diselenggarakan lagi.

Untuk menjadi capres di Singapura tidaklah mudah. Ada segudang kriteria yang sangat ketat yang harus dipenuhi.

Untuk pejabat publik, seperti Halimah, harus memenuhi syarat. Satu di antaranya, telah menjabat di sejumlah posisi penting politik selama sekurang-kurangnya 3 tahun. Halimah sendiri menjabat sebagai Ketua DPR Singapura selama 4 tahun, dari 2013 sampai 2017.

(Baca: Jelaskan Kisruh Warisan Keluarga, PM Singapura Pidato di Perlemen)

Sementara itu, untuk menjadi bakal calon dari kalangan swasta, harus memiliki shareholders equity sekurang-kurangnya 500 juta dollar Singapura.

Inilah syarat yang gagal dipenuhi Farid dan Salleh karena shareholders equity perusahaan yang mereka pimpin tidak mencapai angka yang disyaratkan.

Untuk pilpres tahun ini, hanya warga Melayu yang dapat mencapreskan diri. Amandemen konstitusi ini dilakukan tahun lalu untuk memastikan keterwakilan setiap suku di kursi presiden.

Halaman
1234
Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help