TribunJateng/

Dua Polisi Ditembak Seusai Antar Anak Sekolah, Empat Warga Diamankan

Petugas kepolisian mengamankan empat warga yang diduga berkaitan dengan peristiwa penembakan dua anggota Polres Bima Kota, Nusa Tenggara Barat.

Dua Polisi Ditembak Seusai Antar Anak Sekolah, Empat Warga Diamankan
ilustrasi penembakan 

TRIBUNJATENG.COM, MATARAM - Petugas kepolisian mengamankan empat warga yang diduga berkaitan dengan peristiwa penembakan dua anggota Polres Bima Kota, Nusa Tenggara Barat.

Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti membenarkan, pihaknya telah mengamankan empat warga yang statusnya masih sebagai saksi dalam peristiwa penembakan tersebut.

"Itu memang benar dan sekarang anggota masih melakukan pemeriksaan," kata AKBP Tri di Mataram, Senin (11/9/2017).

Empat warga yang diamankan berinisial IF (31), LS (34), IK (21), dan WD (27). Keempatnya berasal dari Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Bima Kota.

(Baca: Saling Lirik Lalu Adu Mulut, Sekelompok Orang Berondong Mobil Dengan Tembakan)

Selain mengamankan keempatnya, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa senjata tajam dan buku bacaan.

Menurut informasi, empat warga Penatoi yang diamankan mengenal si pelaku. Karena itu, polisi mengamankannya untuk melengkapi materi penyelidikan.

Empat warga yang diamankan saat ini masih berada di Mapolres Bima Kota untuk menjalani proses pemeriksaannya.

(Baca: Tembak Mati Kurir Sabu Asal Malaysia, Budi Waseso : Yang Terbalik Orangnya, Bukan Benderanya)

Peristiwa penembakan terjadi pada Senin pagi dengan korban Bripka Jainal Abidin, anggota Satuan Sabhara Polres Bima Kota, dan Bripka Gapur, anggota Polsek Langgudu. Keduanya ditembak setelah mengantarkan anak sekolah.

Kedua anggota mengalami luka tembak, namun dikabarkan masih bisa diselamatkan. Keduanya, saat ini, masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Bima. (Kompas.com)

Berita ini sudah tayang di Kompas.com, Senin (11/9/2017), dengan judul: Dua Polisi Ditembak Usai Antar Anak Sekolah, 4 Orang Diperiksa

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help