TribunJateng/

Polisi Ini Dikeroyok dan Kena Celurit Pelajar SMK Gara-gara Menegur Mereka yang Naik Bumper Truk

Ajun Inspektur Satu Sugiri (42) babak belur dikeroyok sejumlah pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang menumpang sebuah truk di Tangerang Selatan

Polisi Ini Dikeroyok dan Kena Celurit Pelajar SMK Gara-gara Menegur Mereka yang Naik Bumper Truk
Tribunnews.com
Ilustrasi Pengeroyokan. 

TRIBUNJATENG.COM, TANGERANG - Ajun Inspektur Satu Sugiri (42) babak belur dikeroyok sejumlah pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang menumpang sebuah truk di Jalan Raya Puspitek, Setu, Kota Tangerang Selatan, Kamis (7/9/2017) petang.

Peristiwa itu bermula ketika Sugiri sedang mengatur lalu lintas dan melihat sekumpulan pelajar menaiki bumper serta bak truk tersebut.

"Truk diberhentikan oleh korban dan pelajar itu diminta turun. Satu dari mereka tidak senang lalu cekcok dan memukul korban menggunakan tangan kosong yang berhasil ditangkis. Kemudian, temannya menghampiri korban, membawa celurit," kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, Ajun Komisaris Polisi Ahmad Alexander, melalui keterangan tertulis, Selasa (12/9/2017) pagi.

Melihat hendak dikeroyok menggunakan senjata tajam, Sugiri sempat menjaga jarak dengan kumpulan pelajar tersebut.

(Baca: Wakapolri Tegaskan 14 Tersangka Pengeroyokan Taruna Akpol Kini Ditahan)

Namun, tiba-tiba, seorang dari mereka membacok punggung Sugiri dari belakang sebanyak dua kali.

Kondisi jalanan saat itu cukup ramai sehingga warga di sekitar segera menyelamatkan Sugiri. Setelah warga ramai berdatangan, pelajar yang mengeroyok polisi tersebut melarikan diri.

Polisi kemudian mencari para pelaku, Jumat (8/9/2017) hingga Senin (11/9/2017). Mereka berhasil menangkap 14 pelajar yang terbukti terlibat dalam pengeroyokan itu.

Para pelaku tercatat masih di bawah umur dan berasal dari empat SMK di wilayah Kota Tangerang Selatan.

(Baca: Inilah Pengakuan Pelda Edi Susanto Korban Pengeroyokan Berandal Kampung di Langensari Semarang)

Dari para pelaku, turut diamankan barang bukti berupa dua buah celurit sebagai senjata tajam yang digunakan untuk menyerang Sugiri.

Para pelajar tersebut dijerat Pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pengeroyokan, Pasal 358 KUHP tentang Turut Campur dalam Penyerangan, dan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Penyalahgunaan Senjata Tajam dengan ancaman hukuman maksimal di atas lima tahun penjara. (Kompas.com)

Berita ini sudah tayang di Kompas.com, Selasa (12/9/2017), dengan judul: Tegur Pelajar yang Naik Truk di Jalanan, Polisi Ini Malah Dikeroyok

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help