TribunJateng/

Warga Bandung Kumpulkan Dana Rp 4,3 Miliar untuk Rohingya, Donaturnya Mulai Anak SD sampai Pegawai

"Saya kadang ngasih Rp 2000, kadang Rp 3000. Saya mau bantu karena kasihan," ucap Salwa dengan nada malu-malu.

Warga Bandung Kumpulkan Dana Rp 4,3 Miliar untuk Rohingya, Donaturnya Mulai Anak SD sampai Pegawai
KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bersama perwakilan donatur korban kemanusiaan Rohingya saat menyerahkan bantuan kepada tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Pendopo, Kota Bandung, Senin (11/9/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, BANDUNG - Ariana, Aleta, Salwa, Aura, dan Aisi tampak asik berbisik di pojokan ruang rapat Pendopo Kota Bandung, Senin (11/9/2017) sore. Sesekali, obrolan para bocah kelas 2 SD itu melahirkan tawa renyah yang hanya bisa dinikmati mereka.

Obrolan mereka terhenti saat Wali Kota Bandung Ridwan Kamil hadir di ruang rapat. Kelima bocah perempuan yang bersekolah di SD 196 Sukarasa Bandung itu menjadi tamu khusus sang Wali Kota.

Mereka sengaja diundang untuk mewakili warga Bandung yang berpartisipasi memberi sumbangan bagi korban kemanusiaan etnis Rohingya.

Ridwan Kamil memang mengagendakan menyerahkankan bantuan kemanusiaan untuk etnis Rohingya melalui tim Aksi Cepat Tanggap (ACT).

(Baca: Ternyata Begini Orang Myanmar Memandang Warga Rohingya)

Sebelumnya, Ridwan Kamil menggagas aksi galang dana lewat platform donasi digital Kitabisa.com. Aksi patungan itu menembus angka Rp 4,3 miliar. Dana tersebut didapat dari warganet, masyarakat Kota Bandung, serta sejumlah instansi swasta di Bandung.

Dalam sesi penyerahan donasi, pihak ACT sengaja memutar video singkat tentang situasi di salah satu titik pengungsian di Bangladesh. Dalam video itu, terlihat bagaimana para pengungsi Rohingya sangat kesulitan memenuhi keperluan sehari-hari.

Ada pula penggalan gambar saat tim ACT sibuk menyiapkan ribuan paket makanan untuk para pengungsi.

Ariana, Aleta, Salwa, Aura dan Aisi bengong melihat video itu. Mereka tampak mengerenyitkan dahi saat melihat kondisi para pengungsi berpakaian lusuh, wajah anak-anak berwajah kusam.

Di balik kepolosan mereka, tersimpan rasa empati yang tinggi. Betapa tidak, kelima bocah itu rela menyisihkan uang jajannya untuk disumbang. Kondisi itu pun membuat Ridwan Kamil kagum.

Halaman
123
Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help