TribunJateng/

BPBD Banyumas Sulit Jangkau Desa Terpencil untuk Bantu Air Bersih

Sebagian di antaranya terletak di wilayah terpencil sehingga akses jalan menujunya sulit

BPBD Banyumas Sulit Jangkau Desa Terpencil untuk Bantu Air Bersih
tribun jateng/khoirul muzaki
Warga antre mendapatkan air bersih kiriman BPBD Banyumas. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Jawa Tengah sulit menjangkau beberapa wilayah yang mengalami krisis air bersih di awal dasarian kedua September 2017 ini.

Hingga awal pekan ini, 217 tangki air bersih telah didistribusikan.

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banyumas, Kusworo mengatakan, 18 desa dan tiga kelurahan Kabupaten Banyumas dilanda kekeringan sehingga membutuhkan pasokan air bersih.

Sebagian di antaranya terletak di wilayah terpencil sehingga akses jalan menujunya sulit.

"Pernah mobil tangki BPBD karena tidak kuat menanjak di Desa Kalitapen Kecamatan Purwojati, akhirnya mundur dan terpersok ke hutan jati,"katanya, Rabu (13/9).

Selain akses jalan susah dijangkau, beberapa desa rawan juga jauh dari sumber air bersih dan sehat.

Beberapa desa di Kecamatan Lumbir misalnya, tak memiliki sumber mata air yang terjamin kesehatannya.

Terpaksa, air bersih di daerah krisis itu pun harus dipasok dari PDAM berjarak lebih dari 70 kilometer.

Kusworo mengatakan, BPBD Banyumas menyediakan stok air bersih hingga 2.000 tangki berkapasitas 5.000 liter pertangki.

Pihaknya mengacu data dropping air bersih tahun 2015 lalu, dimana 54 desa di Banyumas mengalami krisis air bersih.

Kala itu, lebih dari 1.000 tangki didistribusikan ke daerah krisis air bersih. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help