TribunJateng/

Kasus Pencurian

Curi Peralatan Pertanian, Tiga Pencuri Babak Belur Dihajar Massa di Kabupaten Pekalongan

Tiga pencuri babak belur dihajar massa di Desa Simego, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Rabu (13/9/2017).

Curi Peralatan Pertanian, Tiga Pencuri Babak Belur Dihajar Massa di Kabupaten Pekalongan
tribunjateng/muh radlis/IST
Terduga pencuri menjalani perawatan setelah dihajar massa karena tepergok nyolong peralatan pertanian dan sekarung kentang di Desa Simego, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Rabu (13/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Tiga pencuri babak belur dihajar massa di Desa Simego, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Rabu (13/9/2017).

Tiga pencuri ini masing masing bernama Yono (26), Santo (25) dan Hartanto (38). Ketiganya merupakan warga Kabupaten Banjarnegara.

Kapolsek Petungkriyono, AKP I Wayan Soenata, mengatakan, ketiganya diamuk warga setelah kedapatan mencuri berbagai jenis mesin di rumah Ngadiman, seorang petani di desa yang memang berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara itu.

Barang bukti kasus pencurian berupa peralatan pertanian pompa air dan sekarung kentang di Desa Simego, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Rabu (13/9/2017).
Barang bukti kasus pencurian berupa peralatan pertanian pompa air dan sekarung kentang di Desa Simego, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Rabu (13/9/2017). (tribunjateng/muh radlis/ist)

"Kami amankan dari amukan warga, ketiga pelaku diamuk warga setelah kepergok mencuri," kata Soenata.

Barang yang dicuri para pelaku yakni satu mesin sedot air merk Sancin, mesin penyiram tanaman merk Sancin, sebuah terpal, satu rol selang sepanjang 100 meter dan sekarung kentang seberat 60 kilogram.

Saat ini ketiga pelaku masih mendapat perawatan intensif di puskesmas Petungkriyono.

"Nanti kalau sudah membaik akan kami bawa ke Polres Pekalongan untuk melanjutkan proses hukum," katanya. (*)

Penulis: muh radlis
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help