TribunJateng/

KECELAKAAN LALULINTAS

DATA Komplit 16 Kendaraan Terlibat Tabrakan Karambol dan Pengakuan Sopir Tronton

Satlantas Polrestabes Semarang selesai mendata jumlah kendaraan yang terlibat tabrakan karambol di Jalan Walisongo, Ngaliyan, Selasa (12/9/2017) jelan

DATA Komplit 16 Kendaraan Terlibat Tabrakan Karambol dan Pengakuan Sopir Tronton
TRIBUN JATENG/FAISAL M AFFAN
Korban meninggal saat masih belum dievakuasi 

TRIBUNJATENT.COM, SEMARANG - Satlantas Polrestabes Semarang selesai mendata jumlah kendaraan yang terlibat tabrakan karambol di Jalan Walisongo, Ngaliyan, Selasa (12/9/2017) jelang malam.

Ada 16 kendaraan yang didata. Rinciannya, 13 unit sepeda motor, dua mobil dan satu truk tronton.

Berikut data jumlah kecelakaan beruntun yang dihimpun Satlantas Polrestabes Semarang:

- Truk Tronton No.Pol: E-9221-D
- Spm Yamaha Mio No.Pol: H-5140-LS
- Spm Yamaha Jupiter No.Pol: H-4959-PA
- Spm Honda Scoopy No.Pol: G-3433-V
- Spm Suzuki Smash No.Pol: H-6393-AG
- Spm Honda Revo No.Pol: H-3480-NP
- Spm Honda Vario No.Pol: K-6037-VT
- Spm Honda Beat No.Pol: H-5131-ASE
- Spm Honda Beat No.Pol: H-5721-AKG, - - Spm Honda Supra No.Pol: H-2408-VP
- Spm Honda Revo No.Pol: H-4820-NN
- Spm Honda Vario No.Pol: H-3151-BCG
- Spm Honda Beat No.Pol: H-2599-AVG, - - Spm Honda Beat No.Pol: H-4750-KQ
- Kbm Toyota New Avanza No.Pol: H-9122-FH
- Kbm Toyota Innova No.Pol: H-9283-KP.

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi mengatakan kronologi bermula truk tronton melaju dari arah barat (Mangkang) ke arah timur (Kalibanteng) berkecepatan 20 kilometer per jam.

"Truk masuk presneling satu. Sesampainya di lokasi, diduga rem truk tidak berfungsi. Truk itu kemudian menabrak 13 motor dan 2 mobil yang berada di depanya," papar Ardi.

Sopir truk tronton E 9221 D, yang menjadi pemicu tabrakan karambol di Jalan Raya Walisongo, Budi Sumarno (57) mengatakan, rem truknya tidak berfungsi.

"Tiba-tiba blong. Saya usaha buang ke kiri tapi terlambat. Sudah nabrak kendaraan-kendaraan," kata Budi kepada Tribunjateng.com, Selasa (11/9) malam.

Dia memaparkan, truk yang dikemudikannya itu bermuatan sejumlah gerobak dorong seberat 24 ton. Muatan itu dikirim dari Jakarta tujuan Surabaya.

"Kecepatan saya lambat, sekitar 10 atau 20 kilometer. Itu jalan posisi padat," katanya.

Menurut Ardi, kecelakaan beruntun itu tak berdampak jatuhnya korban dalam jumlah banyak.

"Kecepatan truk termasuk sangat rendah. Para pengendara motor sempat menghindar dengan cara meloncat dari motor," ujarnya. (tribunjateng/cetak/dna)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help