TribunJateng/

Empat Desa di Jepara Kekeringan, BPBD Perkirakan Semakin Meluas

Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara telah melakukan dropping air bersih ke empat desa

Empat Desa di Jepara Kekeringan, BPBD Perkirakan Semakin Meluas
Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Warga dusun Bulukuning desa Kaliajir, Purwanegara harus menempuh jarak jauh pada medan perbukitan untuk mendapatkan sumber air 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA – Kekeringan di Kabupaten Jepara sudah mulai terasa.

Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara telah melakukan dropping air bersih ke empat desa, yakni Desa Kalianyar, dan Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung.

Selanjutnya yaitu Desa Ragulampitan, Kecamatan Batealit, dan Desa Blimbingrejo, Kecamatan Nalumsari.

“Memang prediksi dampak kekeringan yang terjadi di Jepara paling banyak terjadi di Jepara bagian selatan,” kata Jamaludim, Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jepara kepada Tribun Jateng, Rabu (13/9/2017).

Saat ini, pihaknya telah mendapatkan laporan dua desa lagi yang menunggu bantuan air bersih. Yaitu Desa Karangaji, Kcamatan Kedung, dan Desa Tunggulpandean, Kecamatan Nalumsari.

Baca: Sudirman Said Nyanyi Bento Bareng Band Napi di Brebes

“Untuk dua desa tersebut akan kami lakukan dropping air setelah ada surat permohonan secara resmi,” tambahnya.

Dari beberapa desa yang telah mengalamui kekeringan itu, katanya, diprediksi bakal ada desa-desa lain yang bakal mengalami kekeringan.

Baca: Ratusan Guru PAUD Ikut Seminar Keagamaan, Ini yang Dibahas

“Karena prediksi musim kemarau akan berakhir sampai sekitar akhir bulan Oktober 2017,” katanya.

Untuk menanggulangi bencana kekeringan tersebut, pihaknya mendapat asupan dana sebesar Rp 22,2 juta dari APBD Kabupaten Jepara tahun 2017.

“Kami akan melakukan dropping sesuai dengan permintaan,” jelasnya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help