TribunJateng/

Kejati Jateng Sebut Kewenangan Penahanan 14 Taruna Akpol yang Mangkir Sidang Ada di Tangan Hakim

Kewenangan penahanan 14 taruna Akpol yang menjadi terdakwa kasus penganiayaan hingga menyebabkan korban tewas, ada di tangan hakim PN.

Kejati Jateng Sebut Kewenangan Penahanan 14 Taruna Akpol yang Mangkir Sidang Ada di Tangan Hakim
Tribun Jateng/rahdyan trijoko pamungkas
Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Kota Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - ‎Kewenangan penahanan 14 taruna Akpol yang menjadi terdakwa kasus penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia, saat ini berada di tangan majelis hakim Pengadilan Negeri.

Demikian disampaikan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng), Sugeng Riyadi, kepada Tribunjateng.com, Rabu (13/9).

"Setelah berkas dilimpahkan ke pengadilan, kewenangan penahanan ada di majelis hakim, bukan lagi di kejaksaan," kata Sugeng.

(Baca: Bermula dari Apel Malam Sampai Mangkir Persidangan. Ini Kronologi Pembunuhan Taruna Akpol)

Pernyataan ini menanggapi‎ gagalnya jaksa menghadirkan ke-14 terdakwa di muka persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Selasa (12/9). Akibatnya, sidang dengan agenda pembacaan dakwaan, gagal lagi digelar.

"Kemarin, jaksa tak bisa hadirkan para terdakwa karena mereka sedang menjalani sidang etik di Akpol," tuturnya.

‎Disampaikan, saat penyerahan berkas perkara dan tersangka (pelimpahan tahap dua, dari kepolisian) kejaksaan menetapkan penahanan terhadap ke-14 tersangka.

Menurut dia, para tersangka saat itu ditahan di ruang tahanan Polda Jateng.

(Baca: Menelusuri ‎Keberadaan 14 Tersangka Taruna Akpol, Di Mana Mereka?)

Disinggung mengenai alasan penahanan para tersangka di ruang tahanan Polda, Sugeng tak membeberkan secara rinci. Menurut dia, tak ada aturan yang mengharuskan penahanan para tersangka dititipkan di lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Apakah tempat penahanan ke-14 tersangka ‎di ruang tahanan Polda Jateng merupakan pesanan khusus dari orang kuat di tubuh Polri? Sugeng menampik.

"Tak ada pesanan, memang tak ada aturan tahanan harus dititipkan di Lapas," katanya.

Menurut dia, kejaksaan berkomitmen segera menuntaskan proses hukum terhadap ke-14 terdakwa. "Sidang selanjutnya diagendakan pada 19 September mendatang, kami akan berusaha maksimal untuk menghadirkan para terdakwa," ucapnya. (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help